Lahan Basah Investasi Tiongkok

26/9/2016 07:11
Lahan Basah Investasi Tiongkok
(AFP/MARK RALSTON)

DARI realestat, perusahaan teknologi canggih hingga perusahaan besar entertainment di Amerika Serikat (AS), khususnya di California, mendapat investasi dari Tiongkok.

Saat ini 'Negeri Tirai Bambu' tersebut tengah bergerak cepat dan siap memecahkan rekor investasi di AS lagi pada tahun ini.

Menurut riset perusahaan Kelompok Rhodium dan Komite Nasional Hubungan AS-Tiongkok, tahun lalu perusahaan Tiongkok mencapai rekor investasi US$15 miliar di AS. Nilai itu diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada 2016.

Studi itu juga menyebut Tiongkok telah memompa US$8 miliar ke bisnis California sejak 2000 dan mengatakan 452 bisnis milik Tiongkok memiliki pekerja lebih dari 9.500 orang pada akhir tahun lalu.

California, khususnya wilayah teluk San Fransisco dan Los Angeles, telah menjadi lahan Tiongkok untuk menanamkan investasi miliaran dolar ke sektor teknologi, energi terbarukan, entertainment, dan meningkat ke sektor realestat.

Sejumlah dana juga mengalir ke Hollywood ketika kelompok Wanda yang berbasis di Tiongkok membayar US$3,5 miliar untuk mengambil alih studio film Legendary Pictures yang sekaligus menjadi transaksi terbesar dalam sejarah ambil alih Tiongkok.

Sejumlah ahli menyebut transaksi sejenis tidak akan menurun meskipun perekonomian Tiongkok tengah bermasalah dan adanya retorika kampanye pemilihan Presiden AS.

"Investasi Tiongkok di AS, terutama di California, akan hampir pasti meningkat dua kali lipat di tahun-tahun mendatang," ujar Matt Sheehan, seorang konsultan dan penulis investasi Tiongkok di California.

Ketika iklim politik tidak membantu, kota-kota di AS tengah menyambut investasi Tiongkok dengan tangan terbuka dan menenggelamkan kampanye retorika serta sentimen anti-Tiongkok di kongres negara itu.


Sektor favorit

Salah satu sektor yang tengah menjadi favorit belanja Tiongkok di AS ialah realestat.

Menurut laporan Cushman & Wakefield, investor Tiongkok memompa hampir US$11 miliar ke sektor itu dalam lima bulan pertama 2016, melampaui rekor tahun lalu dengan total US$4,27 miliar.

Serbuan investasi dari Tiongkok itu pun memengaruhi kaki langit Los Angeles dan San Fransisco.

Dari empat megaproyek yang tengah berlangsung di Los Angeles, tiga di antaranya dilakukan perusahaan Tiongkok, termasuk pembangunan kondominium dan hotel senilai US$1 miliar yang dilakukan perusahaan Oceanwide Holdings yang berbasis di Beijing, juga proyek serupa, Metropolis, yang dilakukan Kelompok Greenland Holding yang berbasis di Shanghai.

Sheehan meramalkan sektor pertanian dan makanan AS juga menjadi incaran investor Tiongkok. (AFP/Ihs/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya