Aleppo Disapu Bersih, DK PBB Gelar Sidang

Irene Harty
26/9/2016 07:01
Aleppo Disapu Bersih, DK PBB Gelar Sidang
(AFP)

JET tempur Suriah dan Rusia membombardir Aleppo Timur, Minggu (25/9), menjelang digelarnya pertemuan Dewan Keamanan PBB untuk membahas situasi kekerasan terburuk yang dialami kota itu dalam beberapa hari terakhir.

Penduduk dan Kelompok Pemantau Hak Asasi Suriah yang bermarkas di London, Inggris, melaporkan bagian timur kota itu digempur habis-habisan.

Sedikitnya 101 orang tewas, sebagian besar warga sipil, akibat gempuran jet tempur Suriah dan Rusia sejak militer Suriah mengumumkan operasi perebutan kota itu, Kamis (22/9), kata Kelompok Pemantau itu.

Operasi digelar setelah gencatan senjata minggu lalu gagal.

Kelompok itu mengatakan sedikitnya 17 anak tewas akibat serangan rudal, bom barel, dan tembakan artileri.

Pada Sabtu (24/9) malam, warga mengatakan bom kluster menghujani wilayah timur Aleppo. Sekitar 250 ribu orang di kota itu saat ini berada dalam kepungan militer Suriah.

"Sepanjang malam, mereka menjatuhkan bom kluster. Saya tidak bisa tidur hingga pukul empat pagi," ungkap Ahmed Hajar, yang ditemui tengah mencari roti di kawasan Al-Kalasseh.

Dia menambahkan, jalan-jalan di kotanya kini penuh dengan bom kluster yang belum meledak. Satu orang tetangganya tewas akibat mengenai bom itu.

Serangan yang kini dialami warga Aleppo diakui sebagai serangan terberat sejak pemberontak mengambil alih kota pada 2012.

Dalam beberapa hari, video dan foto menunjukkan bagian timur Aleppo telah rata dengan tanah dan paramedis mengeluarkan mayat-mayat dari puing.

Korban terluka telah dibawa ke klinik, dirawat di atas lantai karena kekurangan tempat tidur.

"Aleppo telah disapu bersih," ungkap ahli forensik, Mohammed Abu Jaafar.

"Rakyat telah tercekik akibat pengepungan, ditambah serangan mematikan. Bantuan termasuk suplai obat-obatan tidak boleh masuk," kata Dokter Carlos Francisco dari Doctors without Borders.


Sidang DK PBB

Menyusul kian memburuknya situasi di Aleppo, Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan untuk membahas situasi tersebut.

Pertemuan digagas oleh Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat (AS).

Namun, hasil pertemuan belum diketahui.

Rusia, yang mendukung rezim Presiden Bashar al-Assad di Suriah dan AS yang mendukung pemberontak saling tuding atas gagalnya gencatan senjata pekan lalu.

Gencatan senjata itu memicu rezim Suriah menggelar operasi besar-besaran untuk merebut Aleppo.

AS dan sekutu-sekutunya di Eropa kini menyerahkan sepenuhnya pada Moskow untuk menyelamatkan gencatan senjata.

"Beban kini ada di Rusia untuk membuktikan keinginannya dan melakukan langkah-langkah luar biasa untuk menyelamatkan upaya diplomatis," demikian pernyataan bersama Inggris, Prancis, Jerman, Itali, AS, dan Uni Eropa, Sabtu (24/9).

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut situasi Aleppo saat ini sangat mengkhawatirkan.

"Eskalasi militer di Aleppo sangat mengkhawatirkan," ujarnya.

Ban mengecam penggunaan sistematis berbagai senjata canggih di daerah padat penduduk yang dapat terhitung sebagai kejahatan perang. (BBC/AFP/AP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya