Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden (capres) AS dari Partai Republik, Donald Trump, yang tengah berjuang meraih dukungan dari pemilih kulit hitam, keliru ketika menyebut nama sebuah museum sejarah Afrika Amerika yang baru dibuka di Washington, AS, Sabtu (24/9).
Dalam kampanyenya di Roanoke, Virginia, Trump mengatakan museum baru tersebut ialah tempat yang benar-benar indah dan menyebutnya dengan nama Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian, Seni Afrika Amerika.
Faktanya museum yang sudah lama ditunggu pembukaannya itu dinamakan Museum Nasional Sejarah dan Budaya Afrika Amerika.
Trump yang sebelumnya dituduh rasialis terhadap beberapa kelompok minoritas memuji sumbangsih luar biasa penduduk keturunan Afrika Amerika bagi AS.
"Afrika Amerika telah memberikan banyak hal untuk negara kita dan berkorban banyak untuk negeri ini," ujar Trump.
Ketika menyebut keberhasilan yang dicapai banyak warga keturunan Afrika Amerika, Trump juga mengatakan warga Afrika Amerika yang tertinggal dan terjebak dalam kemiskinan masih sangat banyak.
Trump menyalahkan Presiden Barack Obama, presiden pertama keturunan Afrika Amerika, atas kesulitan yang dialami warga kulit hitam AS.
Obama sebelumnya meresmikan museum berbalut perunggu seluas 37 ribu meter persegi itu.
Ribuan pengunjung berkumpul untuk menyaksikan pembukaan museum bersejarah tersebut, termasuk mantan Presiden George W Bush.
Sebagian besar warga AS keturunan Afrika memberi dukungan terhadap lawan Trump dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.
"Saya akan berjuang untuk memastikan setiap orang Afrika Amerika di negeri ini terpenuhi dalam mimpi warga AS," tegas Trump.
Belum lama ini, miliuner dan taipan properti itu mengunjungi sebuah gereja kulit hitam di Detroit, Michigan.
Dalam kunjungannya, Trump menjanjikan akan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Sebelumnya, Kamis (22/9), Trump mengatakan narkoba menjadi faktor pemicu terbesar dalam protes yang berujung kekerasan di Charlotte, North Carolina, setelah seorang polisi menembak mati seorang pria Afrika Amerika. (AFP/Ihs/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved