Tegang Menjelang Debat

Indah Hoesin
26/9/2016 02:15
Tegang Menjelang Debat
(AFP)

KETEGANGAN tengah menghampiri dua calon Presiden (capres) Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik, menjelang debat pertama mereka, Senin (26/9).

Tekanan semakin meninggi bagi kedua capres itu menjelang pemilihan pada 8 November mendatang yang hanya tinggal enam minggu lagi.

Sebuah jajak pendapat menunjukkan sejauh ini Hillary masih unggul atas Trump.

Sebanyak 90 juta penduduk 'Negeri Paman Sam' diperkirakan akan menyaksikan acara debat melalui televisi dan akan membuat keputusan.

Saat ini sekitar 9% penduduk AS masih belum menentukan pilihan.

Banyak analis mengatakan debat biasanya tidak memenangkan kandidat dalam pemilihan, tetapi bisa membuat mereka kalah jika mereka kehilangan momen itu.

Satu kalimat atau kesalahan kecil bisa menyebabkan kehancuran.

Sebanyak 88% warga AS yakin Hillary yang mencalonkan diri menjadi capres untuk kedua kalinya dan telah berkecimpung di dunia politik selama hampir 40 tahun ialah sosok yang pintar.

Namun, 65% warga AS juga mengatakan istri mantan presiden Bill Clinton itu tidak jujur, sedangkan 52% memiliki opini negatif terhadapnya.

Sementara itu, Trump menerima lebih banyak reaksi negatif, yaitu 61% penduduk AS memiliki pandangan negatif tentang dirinya.

Kebanyakan mengatakan mereka tidak memilih Trump karena kepribadian dan keagresifannya.


Menyerang

Menjelang debat, Trump mengatakan dirinya akan melakukan lebih banyak upaya untuk membantu perempuan dari Gedung Putih dan mengejek capres Demokrat tersebut karena perselingkuhan suaminya.

Dalam kampanyenya di Roanoke, Virginia, Trump mengatakan Hillary tidak melindungi perempuan dan anak-anak.

"Lawan saya (Hillary) senang mengatakan selama berabad-abad telah berjuang untuk perempuan dan anak-anak. Namun, kenapa 70 juta perempuan dan anak-anak AS masih hidup dalam kemiskinan atau batas kemiskinan di negeri kita? Selama bertahun-tahun dia melakukan ini dan dia tidak menyelesaikan apa pun," ujar Trump.

Beberapa jam sebelumnya, capres dari Republik itu terlebih dahulu menyerang Hillary di media sosial Twitter dengan mengancam akan membawa perempuan yang terlibat skandal dengan suaminya untuk duduk di bangku terdepan debat pertama mereka.

Sebaliknya, Hillary pada Sabtu (23/9) memilih berada di New York dan mempersiapkan debat pertama bersama dengan para pembantunya.

Hillary terlihat di Hotel Westchester dekat rumahnya di Chappaqua dan melakukan praktik debat dengan kerabatnya yang berpura-pura menjadi Trump.

HIllary mengincar sisi psikologis lawannya itu dengan tujuan menunjukkan kelemahan bahwa miliuner itu tidak mampu mengendalikan diri dan tidak memiliki emosi yang patut sebagai presiden.

Jika Trump bereaksi dengan menyerang, dia terancam kehilangan suara dari kaum perempuan.

Trump masih berjuang keras merebut simpati dan suara perempuan yang jumlahnya mencapai 53% dari pemilih yang muncul.

Hillary juga meluncurkan daftar panjang kebohongan Trump menjelang kampanye. (AFP/Ap/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya