Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menangkap pemuda keturunan Turki yang diduga menjadi pelaku penembakan di sebuah toko serbaada di Burlington, Seattle, Amerika Serikat, Jumat (23/9).
Aksi pemuda itu menewaskan lima orang.
Juru bicara patroli Negara Bagian Washington, Sersan Mark Francis, menyebut tersangka bernama Arcan Cetin, 20, yang tinggal di Kota Oak Harbor, tidak jauh dari Burlington.
Tersangka ditahan selama 24 jam setelah pembunuhan.
Francis tidak menyebut ada tersangka lainnya.
Polisi pada mulanya mendeskripsikan tersangka ialah seorang pria Hispanik pada akhir remaja atau berusia 20-an.
Sebuah halaman Facebook milik Cetin menyebutkan ia lahir di Adana, Turki, bersekolah di Oak Harbor High School, dan pernah bekerja di sebuah toko pangan di Whidbey Island.
Pada Februari, Cetin mengunggah tautan ke sesi latihan gim video tembak-menembak, Call of Duty.
Ini merupakan praktik bayangan kekerasan yang akan dilakukannya di dunia nyata.
Dalam insiden pada Jumat itu, Cetin menembakkan senapannya di toko serbaada Macy's.
Aksinya menewaskan 4 perempuan, termasuk seorang penderita kanker, dan seorang pria.
Seusai beraksi, dia meninggalkan toko itu dengan berjalan kaki.
Pemburuan besar-besaran kemudian dilakukan.
Kantor FBI di Seattle menyebutkan tidak ada bukti penembakan tersebut terkait dengan aksi teror.
Namun, sebuah senjata ditemukan di Cascade Mall di Burlington, kota berpenduduk sekitar 8.000 jiwa, sekitar 70 mil (110 kilometer) di utara Seattle.
"Saya tidak tahu motivasinya melakukan hal itu," tutur Chris Cammock, kepala polisi di kota besar terdekat, Mount Vernon, dalam sebuah konferensi pers.
"Namun, saya akan mencari tahu lewat penyelidikan. Kami akan melakukannya sebaik mungkin."
Penembakan itu terjadi di tengah sengitnya perdebatan mengenai undang-undang pengendalian senjata di 'Negeri Paman Sam'.
Korban tewas akibat penembakan di negeri itu mencapai 30 ribu orang dalam setahun.
Itu juga menjadi isu politik menjelang pemilihan presiden pada 8 November nanti.
Dalam kasus penembakan polisi terhadap seorang pria kulit hitam di Charlotte, North Carolina, polisi setempat merilis video penembakan, Sabtu (23/9), setelah demonstrasi berhari-hari terjadi untuk menuntut kejelasan insiden tersebut.
Penembakan terhadap Keith Lamont Scott, Selasa (20/9), telah memicu demonstrasi besar-besaran di kota itu dalam lima hari terakhir.
Polisi berdalih terpaksa menembak Scott karena membahayakan petugas.
Polisi juga merilis senjata dan mariyuana yang dimiliki Scott.
"Warga ingin melihat faktanya, fakta yang objektif. Inilah yang kami berikan," ujar Kepala Kepolisian Charlotte-Mecklenburg Police Chief Kerr Putney. (AFP/*/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved