Demonstran Tuntut Najib Mundur

AFP/Aya/X-5
30/8/2015 00:00
Demonstran Tuntut Najib Mundur
Puluhan ribu pengunjuk rasa berkumpul di kawasan dekat Independence Square untuk menuntut Perdana Menteri Najib Razak mundur dari jabatannya terkait dugaan kasus korupsi di Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin.(AFP/MANAN VATSYAYANA)

PULUHAN ribu warga Malaysia, kemarin, berunjuk rasa di pusat Kota Kuala Lumpur, Independence Square, menuntut Najib Razak mundur dari jabatan perdana menteri terkait dengan kasus dugaan korupsi yang menimpanya.

Di hari pertama dari rencana dua hari aksi demonstrasi, pengunjuk rasa dihadang polisi yang menganggap aksi mereka ilegal. Di antara pengunjuk rasa menggunakan kaus kuning sebagai lambang pergerakan prodemokrasi yang dilarang pemerintah.

"Kami ingin menunjukkan kepada Najib bahwa banyak orang yang tidak menginginkan dia," kata Sheila Devaraj.

Kemarahan serupa dituturkan Ng Chong Yee.

"Saya punya bayi berusia 6 bulan. Saya ingin ia tumbuh di negara yang demokratis dan bebas korupsi. Kami ingin pemerintah tahu bahwa kami marah. Jika kita berdiam di rumah, mereka tidak akan menyadari ini," imbuhnya.

Unjuk rasa yang diinisiasi Pergerakan Masyarakat Bersih itu mengakhiri aksinya tanpa adanya insiden.

Pemerintah dan polisi menyatakan pengunjuk rasa provokatif itu tidak menghormati persiapan hari kemerdekaan Malaysia yang akan digelar di Independence Square, besok.

Najib menegaskan seharusnya ulang tahun hari kemerdekaan tidak dijadikan ajang permasalahan politik.

Sementara itu, Transparency International mendesak pemerintah memperbolehkan unjuk rasa itu.

"Pemerintah Malaysia harus mendengarkan suara rakyatnya," ujar Kepala Pengawas Korupsi Jose Ugaz.

Bulan lalu, Najib dituduh menerima US$700 juta dalam bentuk deposito sebagai donasi politik dari sumber tidak diketahui di Timur Tengah sejak 2013.

Sebelumnya, Najib juga dituding menerima suap dalam kesepakatan bisnis yang melibatkan lembaga investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Namun, Najib dan 1MDB dengan keras membantah telah melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad memperingatkan Najib memimpin Malaysia menuju kebuntuan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya