Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN menjual rumah keluarganya di Somalia, Fedussa, 20, bercita-cita memulai hidup baru di Eropa. Meninggalkan kemiskinan dan kelaparan membuatnya tidak berat membayar 3 ribu euro untuk menyeberangi Laut Mediterania menuju benua biru itu. Namun, harga mahal tak menjamin mimpinya tercapai.
Di atas kapal kecil yang hanya dipasang mesin, penyelundup mencoba mengangkut 120 orang. Kapal pertama kali berangkat menuju Sudan.
Namun, sesampainya di perbatasan Sudan, polisi perbatasan tidak mengizinkan Fedussa dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju tanah terjanji, Eropa.
"Kami menjelaskan bahwa kami melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Somalia dan memohon untuk melanjutkan perjalanan. Namun, mereka menolak," kenang Fedussa.
Sebanyak 25 orang, termasuk Fedussa, berhasil melarikan diri menuju ibu kota Libia, Tripoli. Dari Tripoli, Fedussa menuju Laut Mediterania untuk perjalanan selama dua bulan.
Setelah selama dua bulan terombang-ambing tanpa kejelasan, pada satu malam, Fedussa dibangunkan. Ternyata, sudah ada kapal karet yang datang menyelamatkan mereka.
Perempuan itu mengaku tidak percaya ketika dirinya diselamatkan sesaat sebelum kapalnya tenggelam.
"Sepertinya saya sedang berhalusinasi. Saya naik kapal dan tertidur. Hanya ketika saya bangun saya menyadari saya telah selamat."
Melahirkan
Perempuan lainnya, Rahma, asal Mogadishu, Somalia, kini tersenyum gembira. Setelah terombang-ambing di laut, dirinya diselamatkan kapal asal Jerman Schlewig Holstein.
Selain itu, dia juga resmi menjadi ibu setelah melahirkan seorang bayi perempuan di atas Schlewig Holstein. Lima bulan lalu, perempuan berusia 33 tahun itu meninggalkan Mogadishu dengan harapan mendapatkan kehidupan yang layak di negara Eropa.
Dengan membayar US$1.500 kepada penyelundup, ia menaiki kapal melintasi Laut Mediterania bersama anak yang tengah dikandungnya. Ia melakukan perjalanan migrasi berbahaya dan berisiko ini tanpa pendamping.
Beruntung Rahma diselamatkan kapal Angkatan Laut Jerman ketika terombang-ambing di atas Laut Mediterania. Pasalnya, beberapa jam kemudian, bayi yang dikandungnya lahir di atas kapal yang tengah menuju pesisir Italia.
Bayi yang diberi nama Sophia itu lahir dengan bantuan staf Angkatan Laut Jerman. Sophia memiliki berat badan 3 kg. Ia merupakan bayi pertama yang lahir di atas kapal Angkatan Laut Jerman.
Rahma merupakan satu dari empat ribu migran yang diselamatkan baru-baru ini.
Tiap hari ratusan migran dari Timur Tengah, Afrika, dan Asia berbondong membawa keluarga mengungsi di atas kapal usang.
Mereka hanya membawa baju yang melekat di badan tanpa barang lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved