Seluruh Sandera WNI Diupayakan Bebas

MI
20/9/2016 10:15
Seluruh Sandera WNI Diupayakan Bebas
(Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu---MI/Susanto)

MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan pemerintah akan terus mengupayakan pembebasan para sandera yang masih ditahan kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Hal itu dikatakan Ryamizard kepada wartawan seusai memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Senin (19/9).

Diakuinya, tiga WNI yang jadi korban penyanderaan kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina sudah dibebaskan pada Sabtu (17/9) malam. Menhan bahkan menemui tiga WNI yang dibebaskan tersebut di Zamboanga, Filipina Selatan. Penyerahan berlangsung pada malam harinya.

Saat ini mereka berada di Zamboanga, Mindanao, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, dan telah diserahkan kepada pihak Kedutaan Besar Indonesia di Manila. Pemulangan ketiga WNI itu akan segera dilakukan Kementerian Luar Negeri. "Sepertinya tidak hari ini (Senin)," kata M Iqbal, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI.

Sementara itu, seorang sandera lainnya, menurut Menhan, Minggu (18/99) malam dilaporkan juga sudah diserahkan. Ryamizard menyatakan seharusnya dia menyaksikan penyerahan itu, tetapi karena sudah memiliki agenda berkunjung ke Kota Ambon, ia tidak hadir.

"Sewaktu di Filipina, saya mendengar ada yang menyerahkan tiga sandera. Saya langsung ke Zamboanga, Filipina Selatan. Kemudian tadi malam (Minggu) seharusnya ada satu lagi (diserahkan), tapi karena saya janji ke sini (Ambon), saya tinggalkan dulu. Mudah-mudahan satu sandera itu sudah ada."

Menurut Menhan, jika seorang sandera tersebut sudah diserahkan, berarti kini masih ada lima WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf. Ia berharap lima sandera tersebut segera dibebaskan lagi. "Kami terus upayakan pembebasan mereka."

Tiga WNI yang dapat dibebaskan dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf itu sudah diketahui ialah Lorens Koten, Theodores Kopong, dan Emmanuel. Seorang lagi belum jelas identitasnya.

Pembebasan WNI ini tidak lepas dari komitmen kerja sama antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. "Kesepakatan tersebut diharapkan terus berlanjut hingga seluruh sandera lainnya dapat segera dipulangkan ke Tanah Air." ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. (Gol/Hym/HJ/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya