POLISI Austria menemukan lebih dari 70 jenazah migran di dalam sebuah truk yang berhenti di jalan tol. Truk yang membawa para migran itu berpelat nomor Hongaria dengan logo perusahaan peternakan dari Slovakia. Artinya, sangat mungkin penumpang nahas itu merupakan bagian dari 100 ribu migran yang melakukan perjalanan melalui Balkan Barat ke Hongaria. Juru bicara polisi Hans Peter Doskozil, kemarin, mengatakan penjaga jalan tol Austria melihat truk itu pada Kamis (27/8) dan melihat 'cairan berbau busuk' menetes dari kendaraan tersebut.
Ketika polisi membuka pintu belakang, bau menyengat menyergap. Hal itu membuat polisi kembali menutup pintu dan memindahkan truk untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pakar forensik kemudian mengidentifikasi jenazah yang ada di dalam truk tersebut. Berdasarkan pemeriksaan, para migran itu sudah meninggal selama beberapa waktu sebelum ditemukan. Dalam pertemuan pemimpin negara Balkan terkait krisis migran, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kejadian itu merupakan peringatan.
"Ini peringatan bagi kita untuk menyelesaikan masalah migran dan dengan semangat solidaritas mencari solusinya."
Ekspresi duka serupa juga diucapkan Menteri Dalam Negeri Austria Johanna Mikl-Leitner. Dirinya berjanji akan menindak orang yang mengatur perjalanan para migran menuju Eropa yang kemudian menelantarkan mereka.
"Perdagangan manusia merupanakan kriminal," seru Leitner.
Tenggelam Di tempat lainnya, kemarin, sebanyak 30 jenazah juga ditemukan di Mediterania setelah sebuah perahu migran tenggelam. Sebelumnya, penjaga pantai Swedia mengaku menemukan kapal di Sisilia yang terisi 52 jenazah.
Selama 2015, lebih dari 2.300 pria, wanita, dan anak-anak tenggelam di dalam kapal yang mencoba menyeberangi Mediterania ke negara Uni Eropa tersebut. Kapal-kapal itu tenggelam karena mengangkut penumpang yang melebihi kapasitas.
Pada Kamis (27/8), penjaga pantai Libia mengatakan masih banyak jenazah yang belum ditemukan dari kapal yang tenggelam di pelabuhan barat Zuwara, barat laut Libia itu. Penelusuran kembali dilanjutkan pada kemarin pagi.
"Saya mulai memeriksa tanda kehidupan dan saya berhenti di hitungan ke-24. Ada air di dalam kapal. Beberapa orang terendam setengahnya," kata doktor Simon Bryant dari Kanada, anggota Doctors without Borders, yang membantu penjaga pantai Swedia.
Penjaga pantai Italia menemukan sekitar 1.400 orang di lepas pantai Libia pada Kamis (27/8). Sehari setelahnya, sebanyak 3 ribu orang diselamatkan dari laut. Pejabat Swedia pun mengatakan Kapal Poseidon di Palermo telah menyelamatkan 130 orang, pada Rabu (26/8), dari perahu karet.
Kapal lainnya membawa 442 orang, 52 di antara mereka sudah tidak bernyawa. Meski beberapa migran berhasil melintasi Mediterania, masalah migran belum berakhir. Mereka menggantungkan hidup di tangan para pedagang manusia. (AFP/I-2)