Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SAEED ialah seekor babun hamadryas (Papio hamadryas) berusia 22 tahun yang hidup sendirian di sebuah taman kumuh di dekat garis depan Kota Aleppo.
Selama bertahun-tahun, atraksi Saeed menjadi tontonan yang disukai di Taman Sabil.
Namun, konflik yang meletus di Suriah sejak Maret 2011 telah membelah Aleppo menjadi kubu pemerintah di sebelah barat dan kubu pemberontak di timur.
Saeed yang dalam bahasa Arab berarti 'bahagia' pun tidak lagi bahagia.
"Dia tidak bahagia seperti sebelum perang. Dia biasanya gembira dan bahagia, tapi sekarang dia terlihat tua dan sedih karena dia tidak mendapat pengunjung seperti sebelumnya," ujar Abdullah al-Jaghal, 52, penjaga Saeed.
Taman Sabil sebelumnya ialah atraksi wisata utama bagi penduduk Aleppo, kota yang sebelumnya merupakan penunjang lokomotif ekonomi, tetapi sekarang telah hancur akibat konflik yang sudah berlangsung selama lima tahun tersebut.
Kebun binatang mini yang terdapat di dalamnya, termasuk monyet-monyet dan burung merak, kini semuanya telah mati. Hanya Saeed yang tersisa.
Kekerasan yang melanda di Suriah membuat penduduk mengungsi karena takut terkena roket dan rudal rakitan yang ditembakkan kelompok pemberontak di timur Aleppo yang kerap menjadi target serangan udara pemerintah.
Taman tersebut juga harus menanggung sejumlah luka akibat perang, termasuk sebuah lubang kecil akibat roket dan pertempuran yang membuat Saeed trauma.
"Kapan pun Saeed mendengar suara meriam atau tembakan, dia ketakutan dan berusaha memanjat ke tempat tertinggi di kandangnya," ujar Jaghal yang sudah merawat Saeed selama 18 tahun tinggal di taman tersebut.
"Dia takut dengan suara berisik dan jika dia ketakutan dibutuhkan waktu yang lama untuk menenangkannya," tambah Jaghal.
Gencatan senjata yang dimulai sejak Senin (12/9) lalu telah membawa kembali pengunjung untuk melihat Saeed, hewan terakhir yang bertahan di kebun binatang darurat di Aleppo.
Namun, kandang Saeed terlihat suram.
Tidak apa-apa di dalamnya, kecuali lantai kotor dengan sisa-sisa makanan berserakan, termasuk sisa roti kering.
Saeed berjalan di sekitar kandang tersebut dengan rantai dan gembok kecil di lehernya, sementara orang dewasa dan anak-anak melihatnya dengan antusias.
"Keluarga saya telah mengunjungi Taman Sabil ini sejak masa kanak-kanak untuk melihat Saeed dan menyaksikan akrobatiknya," ujar Bassam Primo, pengunjung yang datang dengan anak perempuannya.
"Tapi karena perang, dia (Saeed) menjadi sakit dan istrinya mati. Setelah itu, dia mengurung dirinya sendiri dan tidak lagi berinteraksi dengan pengunjung," ujar Primo.
Melalui kekerasan yang telah menewaskan lebih dari 300 ribu orang dan memaksa setengah dari populasi Suriah mengungsi, Primo tetap mengunjungi Saeed dan kerap memberinya makan dengan buah apel.
"Tapi saya menemukan dia (Saeed) depresi dan sedih," ujarnya.
Dengan dimulainya negosiasi gencatan senjata oleh Rusia dan Amerika Serikat (AS), Taman Sabil kembali penuh minggu ini, khususnya sebagai jeda yang bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Adha.
Sejumlah pedagang jalanan menawarkan barang dagangan mereka kepada keluarga yang menikmati kesempatan untuk berjalan tanpa rasa takut, sementara anak-anak berkumpul di sekitar kandang Saeed dan memanggil namanya.
Asma Deed, guru bahasa Inggris, mengatakan sangat bahagia karena Saeed bisa bertahan hidup.
"Kami hidup melewati waktu yang sulit di Aleppo ... dan Saeed hidup melewati itu semua dengan kami," ujar guru 36 tahun tersebut.
"Saya sangat khawatir bahwa Saeed akan mati karena kelaparan atau terkena pecahan peluru dari meriam," tambahnya.
Namun, dia mengernyit kepada anak-anak yang berusaha memancing reaksi Saeed dan mengatakan sangat sedih karena habitat kera itu yang terbatas.
"Saeed telah membawa kebahagiaan untuk kami selama 20 tahun.... Namun, ini bukan tempatnya. Tempatnya di kampung halamannya di Afrika dan saya harap Saeed bisa kembali ke sana sehingga dia bisa bahagia." (AFP/Ihs/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved