Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON presiden (capres) Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, harus berjuang keras untuk mematahkan dominasi pesaingnya dari Partai Republik, Donald Trump, di Negara Bagian Pennsylvania.
Pennsylvania merupakan basis yang harus dimenangi Trump.
Pasalnya Pennsylavia satu dari belasan negara bagian yang menjadi medan tempur atau battleground states capres AS.
Clinton pun harus menang di negara bagian tersebut jika ingin perjuangannya menuju kursi Gedung Putih mulus.
Hasil jajak pendapat masih menunjukkan Clinton unggul di Pennsylvania sepanjang musim panas.
Namun, tim pemenangan Clinton telah bersiap dengan segala kemung-kinan yang terjadi.
Tim kampanye Demokrat terus memperluas jangkauan dengan iklan.
Tak hanya itu, mereka juga menerjunkan pengampanye utama ke sana seperti Bill Clinton, Joe Biden, dan Presiden Barack Obama untuk meraih simpati konstituen.
"Kita harus berjuang untuk hal ini. Saya ingin kau bekerja keras untuk Hillary seperti yang Anda lakukan untuk saya," ujar Obama saat berkampanye di Philadelphia pekan lalu.
Presiden kulit hitam pertama AS itu melanjutkan pidatonya, "Saya ingin Anda mengetuk pintu-pintu. Saya ingin Anda membuat panggilan telepon. Anda harus berbicara dengan teman-teman Anda, termasuk dengan teman-teman Partai Republik Anda," papar Obama.
Minimal kampanye di Pennsylvania menjadi energi untuk Clinton ketika ia tidak meraih perolehan positif dalam jajak pendapat nasional di swing states atau negara bagian yang masih mengambang atau belum nenentukan sikap seperti Florida dan Ohio.
Bagi Trump, hampir semua rute untuk meraih 270 orang electoral college yang dibutuhkan untuk melangkah ke Gedung Putih, termasuk Pennsylvania sebanyak 20 orang.
Trump berpotensi memenangi suara di Florida dan Ohio, serta kompetitif di Iowa dan New Hampshire.
Bisa gagal
Donal Trump, miliarder asal New York itu masih berpeluang melangkah ke Gedung Putih jika menguasai suara di Pennsylvania.
Di lain pihak, strategi Clinton difokuskan di wilayah timur Pennsylvania.
Pasalnya, Obama memenangi 85% suara di Philadelphia pada pemilu 2012.
Hampir 2 juta orang berasal dari Philadelphia ditambah Bucks, Chester, Delaware, dan Montgomery.
Namun, mereka dikenal masa mengambang dari Partai Republik yang masih 'labil', belum memutuskan untuk mencoblos Trump.
Jeffrey A Winters, guru besar di Northwestern University, AS, menjelaskan ada maksimal 10 negara bagian yang tidak bisa diprediksi akan memilih kandidat yang mana atau batleground states, di antara-nya Pennsylvania, Florida, Ohio, Iowa, Michigan, North Carolina, dan Nevada.
Laporan CBS News menunjukkan bahwa persaingan antara Clinton dan Trump di wilayah battleground states sangat ketat, yakni 42% berbanding 42%.
Para pemilih di battleground states tersebut masih berubah.
Sebanyak 55% pemilih di wilayah negara-negara yang menjadi medan pertempuran ingin melihat 'perubahan besar' dalam politik dan ekonomi bangsa Amerika pada beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, sebanyak 43% responden pemilih ingin 'sejumlah perubahan' dan hanya 2% mereka yang berpikir bahwa segala sesuatu baik-baik saja dan tidak membutuhkan banyak perubahan. (AP/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved