Skarlatos Terima Penghargaan Lagi

(AFP/AP/Pra/I-2)
27/8/2015 00:00
Skarlatos Terima Penghargaan Lagi
(AFP)
PENGHORMATAN tertinggi Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) akan diberikan kepada salah satu prajurit AS yang menggagalkan serangan di sebuah kereta berkecepatan tinggi di Prancis, Jumat (21/8). "Aleksander Skarlatos, anggota dari Oregon National Guard yang baru saja kembali dari tugasnya di Afghanistan, akan menerima medali penghargaan untuk tindakan kepahlawanan luar biasa yang dilakukannya di luar panggilan tugas," ujar Sekretaris Angkatan Darat AS John McHugh, kemarin. McHugh mengungkapkan tindakan yang dilakukan Skarlatos melambangkan karakter prajurit sejati.

"Ia menjadi perlambang sosok prajurit yang hidupnya didedikasikan untuk menjaga orang-orang di sekitarnya walau sedang tidak bertugas sekalipun," lanjut McHugh. Rekan senegara Skarlatos yang mendapatkan luka di lengan dan mata ketika menghentikan aksi serangan tersebut, Spencer Stone, juga telah dinominasikan untuk mendapat penghargaan dari Angkatan Udara AS. Adapun, satu warga negara AS lainnya, yang juga merupakan teman dari Skarlatos dan Stone, Anthony Sadler, mendapat sambutan luar biasa ketika kembali ke kampung halamannya.

Sadler, yang merupakan mahasiswa di Sacramento State University, Sacramento, California, AS, kembali ke AS lebih dulu karena Stone harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di salah satu rumah sakit di Jerman akibat luka yang didapatnya. Adapun Skarlatos memutuskan untuk tetap bersama Stone hingga keadaan rekannya tersebut benar-benar pulih. Salah satu pejabat Sacramento mengatakan mereka akan menyambut ketiga pahlawan AS yang tumbuh dan besar di kota tersebut dengan mengadakan sebuah parade besar.

Sebelumnya, pada Senin (24/8), ketiga pemuda AS itu juga telah diberikan penghargaan tertinggi oleh Presiden Prancis Francois Hollande. Selain tiga warga negara AS tersebut, penghargaan juga diberikan kepada Chris Norman, seorang pebisnis asal Inggris, seorang warga negara Prancis yang enggan diungkapkan identitasnya, dan Eric Tanty, seorang masinis yang sedang tidak bertugas yang juga membantu menggagalkan aksi serangan yang dilakukan Ayoub El Khazzani itu. Adapun, Mark Moogalian, profesor keturunan Amerika-Prancis yang menjadi korban dari serangan tersebut, dan Michael Bruet, kondektur kereta yang memanggil pihak keamanan, juga menerima medali penghargaan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya