Kebakaran Hutan Gunung Lawu belum Bisa Dipadamkan

(Tim/N-4)
27/8/2015 00:00
Kebakaran Hutan Gunung Lawu belum Bisa Dipadamkan
( ANTARA FOTO/Maulana Surya)
API yang membakar kawasan hutan lindung Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, hingga kemarin belum bisa dipadamkan. Kondisi hutan yaang kering akibat kemarau, ditambah hembusan angin yang cukup kencang, membuat areal yang diamuk si jago merah semakin meluas. Berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karanganyar, api kini sudah menjalar ke petak 63 H dan 63 U. "Sejak semalam api sudah merembet ke dua petak tersebut, berada di Kecamatan Jenawi," kata Ketua Pelaksana Harian BPBD Karanganyar Nugroho, kemarin.

Kebakaran hutan di kawasan Lawu itu sudah masuk ke Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Hingga kemarin, luas kebakaran mencapai sekitar 100 hektare. Kepala Kesatuan Pemangku Hutan Lawu DS Nanang Sugiharto mengungkapkan kebakaran hutan diperkirakan muncul di petak 39 berdekatan dengan Desa Manyul, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. "Pencari madu di hutan menggunakan api untuk mengusir lebah di pohon. Pada saat selesai mengambil madu, ternyata api masih tertinggal di rongga-rongga pohon," jelasnya.

Selain Gunung Lawu, kebakaran hutan terjadi di selatan Gunung Slamet, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Petugas kesulitan memadamkan api karena medannya jauh dan sulit. Selain itu, angin bertiup kencang sehingga memudahkan api berkobar hingga ketinggian mencapai 8 meter.  Di Jambi, kebakaran hutan dan lahan gambut meluas. Sumber asap berasal dari dua kabupaten, yakni Kabupaten Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur, yang menyebabkan kualitas udara memburuk. Kebakaran hutan dan lahan dari dua wilayah tersebut mengakibatkan Kota Jambi tertutup oleh asap pekat sejak kemarin siang.

Kabut asap disertai debu telah mengganggu aktivitas warga. Penerbangan di Bandara Sultan Thaha, Jambi, juga terganggu karena jarak pandang hanya 500 meter. Dua pesawat rute Jakarta-Jambi dan Batam-Jambi gagal mendarat di Bandara Sultan Thaha, kemarin, dan dialihkan ke Palembang, Sumatra Selatan. Pada bagian lain, kemarau berdampak pada krisis air bersih. Ratusan warga Kota Malang, Jawa Timur, kini sulit mendapat air bersih. Di Sumenep, Jawa Timur, ratusan kera liar mulai memasuki perkampungan di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, serta merusak tanaman bawang merah, ubi jalar, jagung, dan pepaya karena di hutan mereka mulai sulit mendapatkan makanan dan air.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya