Perempuan Nakhodai Partai Oposisi

16/9/2016 09:45
Perempuan Nakhodai Partai Oposisi
(AFP)

PARTAI Demokratik yang selama ini dikenal sebagai partai oposisi utama di Jepang untuk pertama kalinya akan dipimpin seorang perempuan.

Renho, demikian nama perempuan berusia 48 tahun tersebut, memiliki darah Taiwan.

Hal itu sempat dipersoalkan karena di Jepang seorang anggota kabinet tidak diperbolehkan memiliki dwikewarganegaraan.

Undang-undang mengharuskan pemilik dua kewarganegaraan memilih salah satu saat berusia 22 tahun, dan ketika memilih Jepang, ia harus meninggalkan kewarganegaraan lain.

Namun, tidak ada hukuman bagi yang tidak melakukan apa pun.

Renho meyakini bahwa dokumen untuk meninggalkan kewarganegaraan Taiwan sudah lengkap ketika dia masih remaja.

Renho ialah perempuan pertama yang berhasil memimpin sebuah partai sejak 1990.

Dia mengalahkan calon ketua partai lainnya, termasuk mantan Menlu Seiji Maehara dan mantan Menteri Keamanan Yuichiro Tamaki.

Setelah terpilih, Renho kini berharap dapat memperbaiki citra partainya yang dalam tiga tahun terakhir dilanda pertikaian.

Hal itulah yang menyebabkan Perdana Menteri Shinzo Abe bersama Partai Demokratik Liberal (LDP) menang telak dalam Pemilihan Umum 2012.

Renho lahir dari ibu berkewarganegaraan Jepang dan ayah warga Taiwan.

Mantan penyiar televisi itu ialah ibu dari dua anak kembar.

Sebelum pemilihan ketua partai, Renho mengatakan niatnya dengan penuh keyakinan.

"Saya mencalonkan diri sebagai ketua partai perempuan pertama," ujar Renho seperti dikutip the Straits Times. (AFP/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya