Giliran Tiongkok Diterpa Meranti

16/9/2016 09:15
Giliran Tiongkok Diterpa Meranti
(AFP/CHINA OUT)

SETELAH melanda wilayah Taiwan, topan Meranti kini menghantam wilayah tenggara Tiongkok, dekat Kota Xianmen, Kamis (15/9).

Angin topan yang disertai hujan deras dan berKecepatan 170 kilometer per jam tersebut menghancurkan jendela rumah-rumah penduduk dan menumbangkan pepohonan.

Selain banyak pohon tumbang dan jendela rumah yang rusak, angin kencang tersebut sehari sebelumnya juga sempat melumpuhkan wilayah timur dan selatan Taiwan.

Terjangan topan yang dahsyat dalam 21 tahun terakhir itu telah menyebabkan fasilitas umum seperti rambu-rambu lalu lintas rusak dan jalan-jalan tergenang air.

Namun, sejauh ini, otoritas Taiwan belum melaporkan adanya korban jiwa akibat topan tersebut.

Kantor berita milik pemerintah Tiongkok, Xinhua, menggambarkan badai tersebut sebagai yang terbesar menerjang Provinsi Fujian dalam 67 tahun terakhir.

Badai yang terbesar yang melintasi wilayah 'Negeri Tirai Bambu' terjadi pada 1949.

Media lokal menggambarkan banyak jendela pecah, genteng-genteng bangunan beterbangan, sampai fasilitas pasokan air terputus.

Akibat badai itu, sekolah-sekolah dan toko-toko ditutup sehingga ikut memengaruhi penyelenggaraan festival pertengahan musim gugur.

Otoritas Kota Xiamen mengatakan, akibat badai Meranti, telah terjadi pemadam-an listrik di sebagian besar kota yang dihuni setidaknya 3,5 juta warga.

Jutaan warga pun harus hidup tanpa aliran listrik dalam cuaca yang dingin.

Selain pasokan listrik, layanan kereta turut terganggu di seluruh Provinsi Fujian serta di provinsi tetangganya, Jiangxi.

Transportasi mengalami kelumpuhan sehingga aktivitas warga pun turut terganggu.

Sebelumnya, para pejabat setempat sudah meminta warga untuk tidak keluar rumah dan berdiam di dalam rumah ketika badai topan menghantam Taiwan.

Kapal-kapal yang masih berlayar diminta segera kembali ke pelabuhan dan tidak melakukan perjalanan.

Di Taiwan, badai topan Meranti itu merupakan yang terbesar dalam 21 tahun terakhir, menyebabkan satu orang tewas dan 38 terluka.

Korban tewas itu ialah seorang nelayan berusia 58 tahun yang jatuh ke laut saat kapalnya pecah dihantam topan.

Untuk korban luka, sebagian besar karena terkena benda-benda yang jatuh.

Ribuan orang terpaksa me-ninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri.

Sedikitnya 350 ribu rumah tangga masih mengalami pemadaman listrik sampai kemarin.

Sebelumnya di kota pelabuhan Kaohsiung, setidaknya 10 kapal kargo pecah termasuk sebuah kapal yang berkapasitas 140 ribu ton karena menabrak dua kargo derek.

Bukan hanya itu, topan juga membuat kargo-kargo kontainer berserakan di halaman pelabuhan akibat diterpa badai Meranti.

Kondisi pelabuhan tampak berantakan pascaserangan topan dahsyat tersebut. (AFP/Ths/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya