KELOMPOK militan Islamic State (IS), Minggu (23/8) waktu setempat, meledakkan kuil kuno Baal Shamin di Palmyra, sebuah kota di Suriah yang masuk daftar warisan dunia UNESCO. Penghancuran terbaru itu menambah panjang daftar situs kuno yang dijarah dan dirusak kelompok tersebut. Terkenal dengan reruntuhan bangunan peninggalan Yunani-Romawi yang terawat baik, Palmyra dicaplok IS dari tangan pasukan pemerintah pada 21 Mei. Sejak itu, kekhawatiran terus meningkat tentang kemungkinan IS menghancurkan warisan tidak ternilai seperti yang dilakukan di bagian lain dari Suriah dan Irak.
"Daesh (Daulah Islamiyyah/IS) meletakkan sejumlah bahan peledak di Kuil Baal Shamin dan meledakkannya, menyebabkan banyak kerusakan pada kuil," ungkap kepala urusan barang antik Suriah Maamoun Abdulkarim. "Area belakang kuil dihancurkan dan kolom sekitar runtuh," ujarnya. Ia menambahkan, "Amat disayangkan, prediksi paling gelap kita benar-benar terjadi.
"Tindakan tidak terpuji IS itu juga dikonfirmasi kelompok pemantau perang dan hak asasi manusia Suriah yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR). Komentar sependapat juga disampaikan aktivis Palmyra berbasis di Turki.