RIBUAN pengunjuk rasa menuntut pemerintah untuk mundur karena gagal menangani sampah yang menumpuk di jalanan sejumlah kota di Libanon. Para pengunjuk rasa sempat bentrok dengan polisi di Ibu Kota Beirut saat melakukan demonstrasi hari kedua, Minggu (23/8). Demonstrasi di pusat kota Beirut itu berubah menjadi bentrokan ketika sekitar 200 pemuda memasuki Riad al-Solh Square dan melempari barikade pasukan keamanan dengan botol berisi batu dan pasir. Sontak, aksi ini dibalas dengan menembakkan gas air mata dan meriam air.
Para pejabat mengatakan 43 demonstran dirawat di rumah sakit, sementara 30 personel keamanan juga ikut terluka. Bentrokan ini terjadi beberapa jam setelah Perdana Menteri Tammam Salam memohon massa untuk tenang. Dia juga mengatakan siap bertemu dengan anggota dari kelompok You Stink yang memulai gerakan demonstrasi. Kelompok tersebut menyalahkan perpecahan politik atas krisis sampah yang terjadi.
Kemarahan massa tentang sampah yang berserakan di jalan-jalan semakin memuncak sejak tempat pembuangan akhir sampah terbesar Libanon ditutup pada 19 Juli lalu. Kelompok You Stink menampik bentrokan dipicu oleh aksi anggota mereka. Mereka menegaskan bahwa gerakan protes yang dilakukan menentang kekerasan apalagi sampai menyerang pasukan keamanan.
"Mereka bukan bagian dari kita. Mereka kelompok yang sangat kecil dan suka berbuat onar," kata salah satu koordinator You Stink, Joey Ayoub. Pascabentrokan, You Stink mengumumkan penundaan aksi demonstrasi lanjutan. Keputusan ini diambil agar tidak ada provokator yang menunggangi demonstrasi damai mereka menjadi aksi kekerasan. Namun, You Stink menegaskan penundaan bukan berarti protes telah usai.