DUA ledakan yang hanya berselang beberapa jam terjadi di Prefektur Tokyo, Jepang, kemarin. Ledakan pertama terjadi di depot penyimpanan peralatan militer milik pasukan Amerika Serikat yang terletak di perbatasan Ibu Kota Tokyo, sedangkan ledakan kedua terjadi di sebuah pabrik yang terletak di dekat Bandara Haneda.
Ledakan di pos militer AS terjadi dini hari waktu setempat dan memicu kebakaran pada gudang militer tersebut. Kebakaran lantas memicu sejumlah ledakan mirip kembang api di angkasa. Pemadam kebakaran dari Jepang dan militer AS akhirnya mampu memadamkan api setelah berjuang selama 6 jam menggunakan lebih dari selusin mobil pemadam.
"Kami berkoordinasi dengan unit pemadam kebakaran AS dan tidak menyemprotkan air hingga kami benar-benar tahu apa saja yang ada di dalam gudang tersebut," kata salah seorang pejabat unit pemadam kebakaran di Sagamihara kepada AFP. Depot Sagami milik militer AS yang terbakar terletak di Kota Sagamihara, sekitar 40 kilometer dari Tokyo.
Depot militer seluas 200 hektare tersebut terletak di sebelah stasiun kereta api lokal. Hampir 600 orang bekerja di depot yang menjadi fasilitas tempat penyimpanan persediaan dan bertindak sebagai bengkel kendaraan militer. Keberadaan pasukan serta fasilitas militer AS di Jepang merupakan bagian dari aliansi pertahanan di antara kedua negara.
Setidaknya ada 47 ribu personel militer AS yang tersebar di sejumlah tempat di Jepang. Beberapa jam setelah ledakan di depot militer, sebuah ledakan lainnya terjadi di sebuah pabrik pipa baja di dekat Bandara Haneda, Tokyo. Namun, polisi menolak berspekulasi apakah ada hubungan di antara dua insiden itu.
"Kami tidak tahu rincian apa pun pada saat ini," kata seorang juru bicara polisi. Gambar di televisi menunjukkan gumpalan asap hitam tebal dan api dari pabrik menyeruak ke udara. Kobaran api yang membentang panjang di gudang sempit pertama kali dilaporkan pada pukul 09.36 WIB. Pemadam kebakaran kota mengatakan kobaran api di pabrik milik perusahaan baja raksasa Nippon Steel mungkin disebabkan pekerja yang menggunakan kompor gas di dalam pabrik.
"Pabrik ini telah berhenti beroperasi pada Juni lalu. Tidak banyak pekerja yang berada di dalam pabrik pada saat ledakan terjadi," kata seorang pejabat pabrik. Api sempat dilaporkan menyebar ke pabrik kosmetik milik Kao yang berada di sebelah pabrik Nippon Steel. Sekitar 600 karyawan pabrik Kao dievakuasi dari lokasi.
Pabrik pembuatan pipa baja yang terbakar memiliki luas 20.800 meter persegi dan berada sekitar 1 kilometer dari Bandara Internasional Haneda. Api baru bisa dipadamkan 2 jam setelah terdeteksi. Penyebab ledakan sedang diselidiki.