SPENCER Stone mengaku ia baru saja terbangun dari tidur panjangnya saat kereta yang ia tumpangi dari Brussels, Belgia, menuju Paris, Prancis, berubah menjadi sebuah lokasi seperti dalam adegan film The Taking of Pelham 123.
"Saya baru saja terbangun. Ketika berbalik, saya melihat seorang pria membawa sesuatu seperti senapan AK-47," ujar Stone.
Pria yang bertugas sebagai prajurit di Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) itu mengatakan pelaku tampak mengalami kesulitan dengan senjatanya.
"Senjata itu sepertinya macet dan ia terus berusaha untuk mengisi senjatanya," lanjut pria 23 tahun tersebut. "Lalu saya tersadar dan Alek memukul saya seraya mengatakan 'Ayo!'"
Bersama dengan Alek Skarlatos dan Anthony Sadler, rekan senegara nya, dan dua orang lainnya, Stone melanjutkan, mereka menghentikan pelaku dengan mendorong dan menjatuhkannya ke tanah.
"Kami menjatuhkannya. Kemudian Alek mengambil senjatanya. Namun, pria tersebut terus berupaya mengambil senjata lain yang disembunyikannya. Ia berhasil mengeluarkan pistol dan sebuah pisau cutter yang akhirnya digunakan untuk menusuk saya," papar Stone.
Anthony Sadler mengatakan pria tersebut memiliki banyak senjata dan amunisi yang cukup untuk membunuh seluruh penumpang kereta.
"Tujuannya sudah sangat jelas. Anda tidak akan membutuhkan senjata sebanyak itu hanya untuk merampok seorang penumpang di sebuah kereta," ujar Sadler. "Pelaku itu pasti sudah sukses melakukan serangannya jika teman saya yang lain tidak bergerak."
Sadler menginginkan apa yang terjadi di dalam kereta tersebut dapat menjadi sebuah pelajaran bagi semua orang apabila suatu hal buruk serupa terulang lagi di tempat berbeda di kemudian hari. "Saya ingin ini menjadi sebuah pelajaran. Jika ada aksi kejahatan seperti itu, lakukan sesuatu. Jangan hanya berdiri dan menonton," tegas Sadler.
"Bersembunyi bukanlah solusi untuk menghentikan kejahatan!" tegasnya.(AFP/I-2)