Masyarakat tidak Bisa Dibangun di Atas Kematian Orang Lain

13/9/2016 04:15
Masyarakat tidak Bisa Dibangun di Atas Kematian Orang Lain
(DOK ENDCRIMENOTLIFE)

BEBERAPA foto hitam-putih yang terpampang di sebidang layar itu dengan gamblang menjelaskan berbagai sudut dari sebuah ruang eksekusi sekaligus menceritakan setiap tahapan dari proses-proses seorang terpidana mati meregang nyawa mereka.

Salah satu gambar ialah ruang eksekusi dengan kursi listrik Alabama 'Mama Kuning'.

Tempat itu ada di Amerika Serikat (AS).

Di bagian tengah kursi masih terlihat jelas bekas dari tulang ekor terpidana yang terbakar saat menjalani eksekusi.

Slide berikutnya ialah ruang eksekusi di Oklahoma, Louisiana, dan Tennessee, AS.

Juga diperlihatkan sebuah kamar terpidana mati menjelang menghadapi eksekusi di Taiwan.

Ruang itu dilengkapi gambar Buddha.

Salah satu metode eksekusi di ruang maut di negara bagian di AS tadi ialah suntik mati dan kursi listrik.

Jika terpidana memilih suntik mati, tiga jenis bahan kimia akan disuntikkan ke tubuh mereka.

Bahan kimia terakhir akan menyusutkan seluruh otot yang pada gilirannya akan membuat jantung dan paru-paru berhenti berfungsi.

"Sipir penjara memberi tahu saya satu kejadian pada suatu malam, 5 menit menjelang eksekusi, pemimpinnya menelepon dengan suara mabuk dan berkata, 'Lanjutkan saja eksekusinya' lalu menutup telepon," jelas pemilik karya foto-foto itu, Toshi Kazama.

Kazama ialah seorang fotografer kawakan kelahiran Jepang yang bermukim di New York, AS.

Melalui foto dan pengalamannya yang tertuang dalam Juveniles of Death Row: A Documentary Exploration, mantan commercial photographer itu menggunakan kamera sebagai alat untuk menghormati kehidupan dan nilai kemanusiaan, serta menunjukkan realitas hukuman mati.

Kazama hadir di Indonesia dalam rangka kampanye End Crime, not Life di kawasan Asia Tenggara.

Kepada Media Indonesia yang menemuinya pekan lalu, Kazama mengaku telah mengunjungi sekitar 20 negara terkait dengan profesinya tersebut.

Semula, kata Kazama, dia sempat menjadi commercial photographer, tapi kemudian berfokus pada pengambilan gambar instrumen dan terpidana hukuman mati.

Hal itu, kata dia, bertujuan untuk memperjuangkan penghapusan hukuman tersebut.

"Pertama kali bertemu terpidana hukuman mati, saya tidak bisa menutup mata dan kemudian kembali menjalani hidup saya. Saya merasa seperti menyesalkan hidup saya sendiri setelah melihat kenyataan itu. Jika kita bisa melakukan yang terbaik untuk hidup semua orang, kita akan menempatkan hidup yang berarti bagi semuanya."

Menurut Kazama, dia menentang segala bentuk hukuman mati tanpa kecuali, entah itu terhadap gembong narkoba atau pelaku terorisme.

"Saya tidak bisa mendukung hukuman mati bagi siapa pun. Kita tidak bisa membangun suatu masyarakat di atas kematian orang lain. Kematian dalam berbagai bentuk tentunya, misalnya akibat genosida dan karena berbagai macam sumber."

Menurut Kazama, memang tidak ada solusi sempurna untuk semua kejahatan. Setiap kejahatan sangat unik dan berbeda sehingga sangat penting untuk mempelajari kejahatan dari semua aspek dan sudut pandang.

Namun, menurutnya, yang paling penting kita harus mengerahkan pikiran bersama-sama guna mencari solusi terbaik untuk mencegah kriminalitas. (hym/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya