SETELAH topan Soudelor dan Noul, kali ini topan Goni menerjang Filipina bagian utara. Setidaknya 10 orang tewas dan ribuan orang dievakuasi akibat bencana alam tersebut. Kemarin sore, angin berkekuatan 240 kilometer per jam itu sudah bergerak ke arah utara melewati sisi timur ibu kota Taiwan, Taipei. Topan Goni diprediksi melaju dengan kecepatan 30 km per jam menuju Jepang.
Hembusan topan Goni memicu tanah longsor dan banjir di Filipina. Hingga kini setidaknya 17 orang di bagian utara Pulau Luzon masih dinyatakan hilang. Menurut otoritas setempat, ke-17 orang yang hilang itu merupakan pekerja pertambangan yang tertimbun longsor.
"Evakuasi telah dilakukan di sebagian besar wilayah, tapi perlu dicatat bahwa beberapa daerah tidak melakukan tindakan preventif dan mengevakuasi warganya. Ada juga yang melakukan evakuasi, tapi terlambat karena topan sudah keburu tiba," kata Kepala Pertahanan Sipil Filipina Alexander Pama.
Meskipun badan cuaca Filipina menyatakan bahaya telah berlalu, 40 pusat evakuasi masih beroperasi dan menampung lebih dari 4.000 pengungsi. Di Provinsi Ilocos Norte yang diapit sungai, 730 keluarga terisolasi karena jembatan hancur. Topan Goni itu merupakan badai yang kesembilan di tahun ini. Setiap tahunnya, 20 angin topan menerjang Filipina.
Kekuatan Goni melemah saat bergerak ke lepas pantai timur Taiwan. Namun, pihak berwenang mengingatkan hujan lebat akan membuat genangan air dan semakin merusak sejumlah infrastruktur yang masih porak-poranda akibat topan Soudelor awal bulan ini.
Adapun di Taiwan, ribuan orang dievakuasi dari pulau-pulau terpencil dan daerah pegunungan sebagai tindakan pencegahan, termasuk 1.500 orang di wilayah Wulai yang juga telah hancur akibat topan Soudelor.
Sekitar 1.700 wisatawan juga ikut dievakuasi dari tempat tujuan wisata. Pihak berwenang Taiwan telah mengeluarkan peringatan agar orang-orang tidak mengunjungi wilayah pesisir akibat gelombang tinggi.
Kemarin sore, beberapa pengungsi sudah pulang ke rumah seiring dengan bergesernya topan Goni dari wilayah mereka. Tidak ada laporan kerusakan serius akibat Goni di Wulai. "Angin topan hanya berdampak kecil dan kami mengharapkan angin tersebut sudah benar-benar berlalu," demikian pernyataan Pusat Klimatologi Taiwan.
Topan Goni terus bergerak mendekati kepulauan terpencil Jepang, Sakishima, tadi malam. Otoritas Jepang telah mengeluarkan peringatan akan adanya gelombang tinggi dan angin kencang untuk pulau-pulau yang termasuk Prefektur Okinawa. Topan Goni diperkirakan terus bergerak menuju pulau-pulau utama Jepang dalam beberapa hari mendatang. (AFP/Fox/I-1)