Sistem Pemilu Presiden AS Pelik

07/9/2016 06:20
Sistem Pemilu Presiden AS Pelik
(MI/PANCA SYURKANI)

PEMILIHAN umum presiden AS dipandang berbagai kalangan sebagai proses politik yang paling rumit dan panjang di dunia. Dana yang harus digelontorkan seorang kandidat untuk menjadi pe-nguasa Gedung Putih pun mencapai miliaran dolar AS.

Guru besar pada Northwestern University, AS, Jeffrey A Winters, mengungkapkan kandidat presiden AS membutuhkan dana sekitar US$1,2 miliar (Rp15 triliun) untuk membiayai segala keperluan pemilu, dari tahapan kampanye hingga berhasil duduk di kursi kepresidenan.

Tahapan pemilu AS telah memasuki masa kampanye nasional setelah dua kandidat yang bersaing, Donald Trump dari Partai Republik dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat, berhasil menjadi pemenang dalam pemilihan pendahuluan (primary) dan kaukus di internal partai masing-masing dan mengamankan tiket nominasi partai mereka.

Tidak seperti di Indonesia yang menganut pemilihan presiden langsung dengan sistem one man one vote, sistem pemilu di AS ialah tidak langsung dan winner take all di tingkat negara bagian.

Warga AS memilih presiden berdasarkan electoral vote atau electoral college, yang berjumlah 538 suara. Angka itu datang dari jumlah perwakilan yang ada di kongres (435 DPR+100 senat) ditambah dengan tiga wakil perwakilan dari Washington DC.

"Setengah dari 538 menjadi 269, jadi calon yang dapat (mengamankan) 270 suara dia yang menang menjadi presiden," kata Winters, Selasa (6/9).

Winters juga menjelaskan suara setiap warga yang mengantongi syarat untuk memilih dihitung di negara bagian masing-masing dan tidak dijumlahkan secara nasional. (Hym/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya