Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSAINGAN kian ketat antara kandidat presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan calon dari Partai Republik Donald Trump menjelang pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) yang tinggal tersisa dua bulan lagi atau tepatnya pada November mendatang.
Kedua kandidat itu melakukan kampanye di Negara Bagian Ohio. Mereka memanfaatkan Hari Buruh sekaligus ingin memperlihatkan siapa di antara keduanya yang menjadi kandidat terbaik di mata para kelas pekerja di 'Negeri Paman Sam'.
Dengan datang menggunakan pesawat bertuliskan 'Stronger Together', Hillary Clinton mengaku siap bersaing dengan Trump untuk merebut dukungan dari para pemilih di Ohio. Apalagi di negara bagian tersebut, tercatat banyak pemilih mengambang yang jumlahnya cukup besar.
"Saya siap. Saya lebih dari sekadar siap," ucap Clinton yang seakan menantang pesaingannya, Trump, dalam dua bulan ke depan. Apalagi jajak pendapat terakhir, Clinton masih unggul jika dibandingkan dengan Trump.
Namun, penampilan Clinton di Ohio diserang dan dikritik lawan-lawannya serta para pendukung Trump. Pasalnya saat berkampanye di hadapan para pendukungnya di Cleveland, Ohio, ia tampak terus terbatuk-batuk.
Trump menyebut rivalnya tengah menderita sakit serius. Sebaliknya, Clinton menilai tuduhan tentang kondisi kesehatannya sebagai 'konspirasi'. Mantan Menteri Luar Negeri AS tersebut membela diri dan mengatakan bahwa batuknya hanyalah alergi musiman.
Jet pribadi
Mengikuti jejak Clinton, Trump juga membawa serta beberapa wartawan dalam pesawat jet pribadinya. Ia menjelaskan kebijakan imigrasinya jika nanti memimpin Amerika.
Selang sepekan pascakunjungan ke Meksiko untuk perjalanan internasional pertamanya sebagai capres dan melintasi perbatasan AS, Trump kembali menyerang Clinton dengan mengatakan pesaingnya tidak memiliki kebijakan soal imigrasi.
"Rencana dia sebenarnya ialah dia memberikan amnesti total dan jalur untuk kewarganegaraan. Di bawah Clinton, orang bisa melintasi perbatasan dan tidak peduli siapa orang-orang tersebut," papar Trump.
Di sisi lain, guru besar di Northwestern University, AS, Jeffrey A Winters menjelaskan ada maksimal 10 negara bagian yang tidak bisa diprediksi akan memilih kandidat yang mana atau battleground states, di antaranya Pennsylvania, Florida, Ohio, Iowa, Michigan, dan Nevada.
"Jadi Hillary dan Trump akan memusatkan tenaga ke negara-negara bagian tersebut. Mereka tidak akan datang ke kandang mereka karena membuang-buang uang dan tenaga," tegas Winters. (AFP/Hym/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved