Gorila Raksasa Kini Terancam Punah

06/9/2016 05:37
Gorila Raksasa Kini Terancam Punah
(AFP/PETER MARTELL)

PERANG tidak hanya mengancam kehidupan manusia, tapi juga memberi dampak secara tidak langsung terhadap sejumlah hewan.

Salah satunya ialah kera besar atau gorila yang harus kehilangan habitat sehingga terancam punah.

Konferensi Global Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) yang digelar di Honolulu, Hawaii, pada Minggu (4/9) lalu mengungkapkan gorila terbesar di dunia yang berada di Republik Demokrat Kongo (DRC) itu kini terancam punah.

Menurut IUCN, saat ini gorila timur atau yang dikenal dengan gorila beringei itu hanya tersisa 5.000 ekor di seluruh dunia. Spesies tersebut sekarang terancam lenyap dari muka bumi.

"Empat dari enam kera besar sekarang terancam, hanya beberapa langkah menuju kepunahan, termasuk gorila timur, gorila barat, orangutan kalimantan, dan orangutan sumatra," ujar IUCN.

Simpanse dan bonobo juga masuk ke daftar itu (terancam punah).

Seekor gorila timur atau beringei jantan dewasa memiliki bobot 140-205,5 kg dan tingginya bisa mencapai 1,7 meter.

Sementara itu, yang betina bobotnya sekitar 90 kg-100 kg.

"Hari ini merupakan hari yang menyedihkan karena daftar merah IUCN menunjukkan kita telah menghapuskan beberapa kerabat terdekat kita," ujar Direktur Jenderal IUCN Inger Andersen.

Menurut John Robinson, seorang ahli primata dan kepala konservasi di Konservasi Margasatwa, genosida di Rwanda memicu serangkaian bencana yang berdampak kepada gorila.

"Genosida mendorong banyak orang ke luar dari Ruanda dan banyak pengungsi menuju timur Kongo dan pindah ke wilayah yang relatif tidak dihuni manusia," ujar Robinson.

Jadi makanan

Beberapa orang memburu gorila untuk makanan, sementara kegiatan seperti produksi pertambangan dan arang serta permukiman manusia mengganggu habitat satwa tersebut.

"Orang-orang yang pindah melihat gorila sebagai makanan lezat," ujar Robinson.

Selain itu, menurut IUCN, perburuan dan pembangunan lahan untuk pengungsi dalam 20 tahun terakhir juga telah mengakibatkan penghancuran populasi gorila timur hingga lebih dari 70%.

Salah satu subspesies gorila timur yang dikenal dengan nama grauer girula telah menurun drastis sejak 1994 dari sebelumnya 16.900 menjadi hanya 3.800 di 2015.

Sementara itu, subspesies kedua gorila timur, gorila gunung atau gorila beringei kini hanya berjumlah sekitar 800 ekor.

Meskipun membunuh hewan tersebut termasuk pelanggaran hukum, perburuan gorila masih marak dilakukan.

Selain Gorila yang terancam punah, IUCN juga mengeluarkan perkembangan daftar sejumlah spesies, baik tumbuhan maupun hewan yang berjumlah sekitar 82.954 spesies.

Hampir satu pertiga dari jumlah tersebut, yaitu 23.928 spesies, kini terancam punah.

Bahkan, jumlah itu lebih tinggi ketimbang jumlah spesies yang terancam punah tahun lalu.

Hewan-hewan yang terancam punah, antara lain plain zebra, antelope di Afrika dan hewan melata psychedelic rock gecko di Vietnam.

Sementara itu, sebanyak 87% tumbuhan asli di Hawaii juga terancam punah. (AFP/Indah Hoesin/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya