Anak Seorang Pedagang Ditahbiskan sebagai Santa

(AFP/DW/BBC/Hym/X-7)
05/9/2016 07:15
Anak Seorang Pedagang Ditahbiskan sebagai Santa
(AFP/ANDREAS SOLARO)

HAMPIR 20 tahun setelah kematiannya, Bunda Teresa, seorang biarawati Katolik Roma asal India keturunan Albania, dikanonisasikan sebagai seorang santa atau orang suci.

Kanonisasi merupakan sebuah proses yang melibatkan pembuktian bahwa kandidat telah menjalani kehidupan dengan kebajikan sehingga layak untuk dinyatakan sebagai santo atau santa.

Vatikan, Jumat (18/2), melalui pemimpin umat Katolik sedunia Paus Fransiskus telah mengakui mukjizat kedua yang dilakukan Bunda Teresa sehingga melapangkan jalan baginya untuk ditahbiskan sebagai santa.

Mukjizat yang disebutkan dalam keputusan itu ialah kesembuhan yang tidak dapat dijelaskan kepada seorang lelaki Brasil yang mengidap tumor otak pada 2008.

Lelaki itu disebutkan sembuh setelah istrinya berdoa melalui perantaraan Bunda Teresa.

Bunda Teresa wafat pada 1997 dan dibeatifikasi pada 2003 oleh Paus Yohanes Paulus II, yang merupakan langkah pertama menuju status santa.

Musababnya, pada 2002 Ibu Teresa dianggap berjasa atas kesembuhan seorang perempuan Bengali yang menderita tuberkulosis dan kanker, yang kemudian diakui sebagai mukjizat oleh Paus Yohanes Paulus II.

Teresa terkenal karena pelayanan sepanjang hidupnya untuk orang miskin, mendirikan tempat-tempat penampungan bagi tunawisma, panti asuhan, dapur umum, dan klinik di seluruh dunia.

Ia dikenal bersahaja, yang mengasihi banyak orang tanpa pamrih.

"Orang kelaparan akan roti, benar-benar kelaparan, tetapi ada kelaparan yang lebih parah, yakni kelaparan akan kasih," ujar mendiang Ibu Teresa ketika masih hidup.

Terlahir dengan nama Agnes Gonxhe Bojaxhiu di Skopje, Masedonia, pada 1910, dari pedagang Albania, Teresa dididik dalam keluarga Katolik yang kuat.

Di usia 17 tahun, ia meninggalkan tanah kelahiran dan masuk biara ordo Loreto di Dublin, Irlandia.

Pada Desember 1928, untuk pertama kali Teresa pergi ke India dan menetap di Darjeeling guna mempersiapkan diri menjadi biarawati.

Ia mendirikan lembaga Missionaries of Charity pada 1949.

Ia mendarmabaktikan kehidupannya untuk merawat orang miskin dan sakit di Kolkata, India.

Di Kolkata, Teresa melihat puluhan orang miskin meninggal.

Ia menemukan perempuan pingsan di pinggir jalan, separuh badannya digerogoti tikus dan semut.

Setelah petugas rumah sakit menolak merawat, perempuan itu akhirnya meninggal akibat luka-lukanya.

Sejak itu, Teresa bertekad tidak akan membiarkan seorang pun meninggal sendirian.

Ia dikenal sebagai 'santa selokan' karena kerja amalnya itu.

Sebaliknya para pengkritiknya menuduh ia berteman dengan para diktator dan menjalankan ajaran Katolik yang keras.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya