Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 1,3 juta pemilih Jerman menuju tempat pemungutan suara, Minggu (4/9), untuk memilih anggota baru parlemen regional Negara Bagian Mecklenburg-Western Pomerania.
Pemilihan itu dipandang banyak kalangan sebagai referendum atas kebijakan Kanselir Angela Merkel terkait dengan pengungsi.
Mecklenburg-Western Pomerania merupakan wilayah di timur laut yang salah satu kotanya, Stralsund, menjadi basis konstituen Merkel.
Meski itu merupakan pemilihan regional, bukan federal, kekuatan politik Merkel juga akan terbaca dari hasil pemilihan yang resminya diperkirakan keluar Minggu (4/9) malam atau Senin pagi (5/9) WIB.
Partai Merkel, Uni Demokratik Kristen (CDU), bersiap menghadapi serangan balik dari jajak pendapat, belum lama ini.
Sementara itu, kalangan antimigran bersiap meraup keuntungan besar setahun setelah pemimpin Jerman itu membuka perbatasan bagi pengungsi, yang ditentang banyak kalangan.
Krisis pengungsi yang melanda Eropa, termasuk Jerman, telah menjadi komoditas ampuh bagi partai politik dan mereka yang menolak migran menjejakkan kaki di 'Benua Biru'.
Merkel malah melawan arus utama dengan menerapkan kebijakan 'pintu terbuka' untuk pengungsi, yang kemudian mendapatkan perlawanan keras di dalam negeri.
Mayoritas warga Jerman melihat pengungsi sebagai ancaman ketimbang maslahat.
"Jerman akan tetap Jerman, dengan semua mereka yang menyayangi kita," kata Merkel melawan gelombang kritikan yang menghantamnya dalam sebuah wawancara pekan ini dengan Sueddeutsche Zeitung, sebuah surat kabar terkemuka.
Partai Baru
Partai populis sayap kanan-jauh Alternatif untuk Jerman (AFD), sebuah partai baru, yang telah berkampanye keras terhadap kebijakan pengungsi liberal Merkel, diprediksi akan mendapat dukungan kuat di pemilihan parlemen regional itu.
Laporan New York Times menunjukkan AFD telah mengamankan kursi-kursi di tiga legislatif negara bagian tahun ini.
Diprediksi, jumlah itu akan naik menyusul kekhawatiran publik terhadap pengungsi yang menyedot dana dan perhatian dari Jerman serta mengubah cara hidup negara itu.
Jajak pendapat menunjukkan CDU akan meraih posisi kedua setelah Partai Social Democrats.
Sebuah survei lain yang diterbitkan Kamis (1/9) menunjukkan CDU diprediksi akan meraup 22% suara pada pemilu parlemen regional kali ini, sama dengan perolehan AFD baru seumur jagung.
Di Mecklenburg-Western Pomerania, sebuah wilayah agraris dan pesisir yang paling miskin dan berpenduduk jarang, isu pengungsi dan integrasi juga menjadi faktor penentu untuk satu dari tiga pemilih.
"Aku memilih AFD. Alasan utamanya lebih pada isu pencari suaka," kata seorang pensiunan dan mantan guru yang menolak disebutkan namanya.
"Satu juta pengungsi telah datang ke sini. Ada uang untuk mereka, tetapi tidak ada uang untuk membuat pensiun di timur melonjak ke tingkat yang sama seperti orang-orang di bagian barat," ujar dia mengacu ke pembayaran pensiun yang lebih rendah yang diterima penduduk di negara bagian bekas komunis jika dibandingkan dengan rekan mereka di barat.
Kandidat CDU pun berusaha menguasai keadaan. Mereka berkukuh isu pengungsi tidak menjadi soal karena banyak dari migran tidak mau menetap di Mecklenburg-Western Pomerania.
"Sebagian besar pengungsi telah memutuskan meninggalkan negara bagian ini. Mereka lebih memilih menuju daerah yang banyak pekerjaan, penduduk, dan toko-toko," kata Frieder Weinhold, salah seorang calon CDU.
Namun, dia mengakui kebijakan migrasi telah memicu rasa tidak aman di kalangan masyarakat.
"Kami mengatakan kepada mereka (penduduk) kita akan mengelola ini (pengungsi), tetapi mereka ingin tahu caranya," ujarnya mengacu ke slogan kampanye Merkel, 'Kami bisa melakukannya'. (AFP/AP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved