Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KONFERENSI Tingkat Tinggi (KTT) G-2O resmi dibuka di Kota Hangzhou, Tiongkok, pada Minggu (4/9), yang sekaligus menjadi kesempatan bagi negara tersebut menunjukkan diri sebagai kekuatan baru global.
Berikut lima poin penting terkait dengan KTT tersebut.
Apa itu G-20?
Kelompok 20 (G-20) terdiri atas 19 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia dan Uni Eropa (UE), mewakili 85% GDP dunia dan dua pertiga populasi.
G-20 pertama kali terbentuk pada 1999 pascakrisis keuangan terjadi di kawasan Asia yang menunjukkan dibutuhkannya peningkatan koordinasi ekonomi secara global.
Pertemuan yang dilakukan setiap tahun ini, selain fokus untuk membahas kebijakan ekonomi dan keuangan, juga menjadi kesempatan bagi pemimpin-pemimpin dari kelompok yang berbeda untuk duduk bersama dan membahas isu-isu terkini, mulai krisis geopolitik hingga isu perubahan iklim.
Apa yang telah dicapai G-20?
Beberapa ahli mengatakan KTT ini ialah tempat penting untuk mengoordinasikan kebijakan ekonomi, sedangkan yang lain berpikir pertemuan tersebut hanya bualan.
Namun, yang pasti pertemuan ini menghasilkan sejumlah daftar panjang komitmen.
Seperti pertemuan tahun lalu di Turki, para pemimpin negara membuat 113 komitmen pada beragam isu, mulai pemotongan subsidi untuk bahan bakar fosil hingga meningkatkan bantuan kepada para pengungsi.
Akan tetapi, forum ini kemudian gagal memenuhi komitmen tersebut yang akhirnya menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas dari janji-janji yang akan dibuat di masa depan.
Menurut analis dari University of Toronto, kepatuhan terhadap 13 komitmen prioritas yang dibuat pada 2015 hanya 77%.
Apa yang diharapkan dari pertemuan tahun ini?
Para pengamat mengatakan, tahun ini khususnya tidak terlihat akan menghasilkan hasil yang serius karena tidak adanya krisis akut yang mendesak perubahan.
Selain itu, meningkatnya sentimen antiglobalisasi membuat banyak pemimpin negara kesulitan untuk membuat komitmen apa pun yang berarti.
Kepala IMF Christine Lagarde memperingatkan bahwa dunia akan menghadapi potensi campuran racun dari pertumbuhan jangka panjang yang rendah dan meningkatnya ketidaksetaraan yang menciptakan godaan politik populisme dan meningkatnya hambatan perdagangan. (AFP/Ihs/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved