Kabur dari Penjara dengan Seprai dan Bantal

AFP/Donny Andhika AM/I-1
20/8/2015 00:00
Kabur dari Penjara dengan Seprai dan Bantal
(DOK ABC)
SEPANDAI-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga.

Peribahasa itu mungkin tepat untuk Stephen Jamieson, narapidana di penjara Goulburn, New South Wales, Australia.

Dia melarikan diri, tapi akhirnya tertangkap lagi.

Jamieson kabur pada Selasa (18/8) siang dengan memotong pagar kawat di halaman belakang penjara.

Jamieson kemudian naik ke tembok pembatas penjara menggunakan tali yang terjalin dari lembaran-lembaran seprai.

Untuk melewati kawat berduri di atas tembok pembatas penjara, Jamieson mengikat bantal di perutnya.

Ia juga menggunakan gagang pel untuk membantunya melewati dinding tersebut.

Jamieson yang dijatuhi hukuman penjara selama 12 tahun akibat melakukan perampokan bersenjata itu sempat mencuri sebuah mobil dan mencicipi kebebasan.

Namun, kebebasan itu tidak berlangsung lama.

Polisi Australia yang mengetahui Jamieson kabur dari penjara langsung beraksi.

Misi perburuan Jamieson digerakkan.

Helikopter, mobil patroli, juga anjing pelacak dikerahkan untuk mencari Jamieson.

Perburuan tersebut akhirnya menuai hasil.

Tepat pukul 23.00 waktu setempat, sekitar 10 jam setelah Jamieson melarikan diri, polisi patroli melihat sebuah mobil Nissan yang dilaporkan telah dicuri.

Mobil tersebut melaju kencang di jalan raya.

Polisi semakin curiga ketika pengendara mobil tersebut menolak berhenti saat disetop polisi.

Aksi kejar-kejaran sejauh 90 kilometer di sepanjang jalan raya menuju Sydney pun terjadi bak adegan film laga.

Polisi akhirnya menebar paku di jalanan di Pheasants Nest, sekitar 50 kilometer dari Campbelltown.

Ban mobil yang dikendarai Jamieson pun kempes.

Belum, Jamieson belum patah arang.

Ia berlari jauh sebelum akhirnya terkepung dan tertangkap lagi.

Laki-laki 28 tahun itu dibawa ke Kantor Polisi Goulburn.

Dia dikenai kasus pelarian dari penjara, mencuri mobil, serta mengemudi tanpa surat izin dan menyebabkan pengejaran polisi di jalan raya.

Komisaris Lembaga Pemasyarakatan New South Wales, Peter Severin, menyatakan insiden narapidana kabur dari penjara di Goulburn seharusnya tidak pernah terjadi.

"Ini adalah insiden yang sangat serius dan seharusnya tidak pernah terjadi," kata Severin sembari berjanji mengevaluasi keamanan penjara.

Sebelum insiden Jamieson, Wali Kota Goulburn Mulwaree, Geoff Kettle, mengatakan kepada kantor berita ABC bahwa lembaga pemasyarakatan di kotanya merupakan fasilitas penjara teraman di New South Wales.

Namun, aksi Jamieson justru membuktikan sang wali kota salah.

Kemarin, Jamieson muncul di Pengadilan Goulburn.

Dia didakwa kabur dari penjara.

Jamieson pun diperkirakan bakal meringkuk lagi di balik jeruji, kali ini bahkan lebih lama daripada hukuman sebelumnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya