PEMERINTAH Thailand, kemarin, menawarkan hadiah sebesar 1 juta baht atau sekitar Rp390 juta bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi tentang tersangka pengeboman.
'Hadiah 1 juta baht akan diberikan kepada siapa saja yang bisa memberikan informasi tentang pelaku pengeboman yang menewaskan 20 orang dan melukai 130 orang lainnya itu', tulis juru bicara Kepolisian Thailand Letnan Jenderal Prawut Thavornsiri.
Sebelumnya, sebuah video dan sejumlah foto yang dirilis kepolisian setempat menampilkan seorang pria yang diduga sebagai pelaku pengeboman di Kuil Erawan.
Dalam foto tersebut, pelaku mengenakan kaus berwarna kuning dan membawa sebuah tas ransel.
Sementara itu, dalam tayangan sebuah video yang dirilis kepolisian, pria dengan baju kuning itu terlihat duduk di sebuah kursi, kemudian melepaskan tas dan meninggalkannya di tempat tersebut beberapa menit sebelum ledakan bom terjadi.
"Pria berbaju kuning tersebut bukan hanya tersangka, melainkan memang ia pelakunya," tegas Prawut.
Pada kesempatan berbeda, Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan tragedi tersebut merupakan insiden terburuk yang pernah terjadi di Thailand.
Ia bersumpah untuk menangkap semua pihak yang terlibat dan bertanggung jawab atas aksi peledakan tersebut.
"Jika ingin selamat, sebaiknya ia menyerahkan diri. Kami akan menemukan cara untuk memberikan keamanan kepada pelaku. Hal itu jauh lebih baik jika dibandingkan dengan terus hidup dalam persembunyian," ujar Prayuth, mantan panglima militer Thailand.
PM Thailand tersebut juga mendesak keluarga atau kerabat yang dekat dengan pelaku peledakan bom agar dapat membujuknya untuk segera menyerahkan diri ke polisi.
"Entah apakah kalian bekerja sama atau tidak, sebaiknya segera serahkan dia karena saat ini ia berada dalam bahaya," lanjutnya.
Warga Thailand Di sisi lain, Kepala Kepolisian Thailand Somyot Poompanmoung mengatakan siapa saja yang terekam dalam kamera CCTV saat peristiwa ledakan terjadi dianggap sebagai tersangka.
"Pelaku ini tidak beraksi sendiri. Mereka pasti bekerja dalam sebuah jaringan yang luas. Mereka tahu bagaimana cara untuk lolos. Hal ini tidak bisa dilakukan hanya oleh satu orang," ujar Somyot.
Dia menambahkan mungkin ada beberapa warga negara Thailand yang terlibat dalam aksi pengeboman tersebut.
Ia juga tidak yakin bahwa pria dalam video tersebut ialah orang asing.
"Bisa saja ia warga Thailand yang menyamar," ujar Somyot.
Sementara itu, Kuil Erawan yang menjadi target telah kembali dibuka kemarin.
Hampir sebagian besar lokasi wisata yang dibangun pada 1956 tersebut telah dipulihkan.
Ceceran darah dari korban ledakan pun telah dibersihkan.
Sejumlah warga setempat juga telah datang berbondong-bondong untuk mengirimkan doa bagi para korban ledakan.
Mereka meletakkan dupa dan bunga di Kuil Erawan sebagai ungkapan belasungkawa. (AFP/AP/I-3)