SAAT itu pagi-pagi buta, April silam. "Kami menerima pesan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia, mengatakan banyak warga negara Indonesia (WNI) yang masih terjebak di Aden, Yaman," ujar Konsul Kehormatan RI di Djibouti, Liban Houssein Farrah, setelah menerima penghargaan dari Kemenlu RI kepada tim dan institusi mitra Kemenlu yang telah berkontribusi dalam operasi evakuasi WNI dari Yaman dan Nepal, di Gedung Kemenlu, Jakarta, kemarin.
Farrah ingat kondisi saat itu sangat menegangkan. Dia berkoordinasi dengan tim dari Indonesia, melakukan kontak dengan kedutaan besar beberapa negara lain untuk mengumpulkan informasi dan merancang rencana. "Kami segera mengirimkan kapal dari Djibouti menuju area perang," lanjutnya. Namun, ketika tiba di Pelabuhan Aden, tim dari Djibouti sama sekali tidak menemukan WNI di pelabuhan. "Kami mendapat kabar bahwa mereka terjebak di suatu tempat karena keadaan tidak memungkinkan mereka bergerak ke pelabuhan. Kami pun menunggu di sana selama 38 jam," papar Farrah. Barulah setelah itu, WNI tiba dan segera dikeluarkan dari Yaman menuju Djibouti di Afrika Timur.
Kisah serupa diungkap Bob Ghosn, Kepala Komite Internasional Palang Merah (ICRC) yang bermarkas di Aden, Yaman. Begitu menerima pesan dari ICRC di Jakarta melalui Kemenlu RI untuk membantu WNI yang terjebak perang di Aden, tim ICRC pimpinan Ghosn langsung menyusun rencana membawa para WNI secepatnya keluar dari Yaman secara aman dan efektif.
"Kami menghubungi mereka satu per satu dan memastikan lokasi mereka, lalu menjemput dan mengirim mereka ke pelabuhan," kisah Ghosn. Ghosn mengakui evakuasi berlangsung amat sulit. "Kami harus bergerak dari area di ujung kota yang satu menuju ujung kota yang lainnya dengan melewati medan perang. Evakuasi ini tidak pernah mudah karena kami benar-benar berhadapan dengan perang, roket, juga pesawat tempur yang membombardir kota," kata dia.
Namun, Ghosn yang memimpin tim 70 orang itu menyatakan akhirnya berhasil mencapai pelabuhan dengan selamat. "Butuh dua hari untuk sampai di pelabuhan, berjarak 12 km, dan memastikan seluruh WNI sudah berada di atas kapal. Ini merupakan keberhasilan kerja sama dengan pihak-pihak lainnya," kata dia.
Farrah dan Ghosn merupakan dua dari 97 penerima penghargaan Kemenlu dalam proses evakuasi WNI di wilayah konflik Yaman dan bencana gempa di Nepal. Penerima lainnya termasuk Duta Besar RI untuk Yaman, Duta Besar RI untuk Ethiopia merangkap Djibouti, Duta Besar RI untuk Oman, Kuasa Usaha Ad-Interim KBRI Riyadh, Konsul Jenderal RI di Jeddah, Konsul Kehormatan RI di Djibouti, ICRC, Duta Besar RI untuk Bangladesh merangkap Nepal, juga Konsul Kehormatan RI di Kathmandu.