Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOLOMBIA memulai hari pertama perdamaian dengan kelompok pemberontak terbesar di negeri itu, Angkatan Bersenjata Revolusi Kolombia (FARC), Senin (29/8), setelah gencatan senjata resmi antara pemerintah dan FARC diberlakukan Minggu (28/8). Gencatan senjata tersebut mengakhiri perang yang telah berlangsung 52 tahun. Gencatan senjata secara menyeluruh diperintahkan langsung oleh Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, dan panglima FARC, Timoleon Jimenez, pada Minggu (28/8) tengah malam waktu setempat. 'Tanggal 29 Agustus ini menjadi fase baru dalam sejarah Kolombia. Kita menghentikan pertempuran. Perang dengan FARC telah berakhir!', tulis Santos di Twitter, 1 menit selepas tengah malam. Di saat yang bersamaan, sebuah pesan dari akun resmi FARC menuliskan, 'sejak saat ini gencatan senjata bilateral dan definitif telah dimulai'. Jimenez yang berada di Havana, Kuba, tempat pembicaraan damai digelar, mengatakan telah memerintahkan semua komandan dan unit setiap pasukannya untuk mematuhi gencatan senjata dan menghentikan permusuhan terhadap Kolombia sejak Minggu (28/8) tengah malam.
"Kepada para tentara, personel angkatan laut, angkatan udara, polisi, badan keamanan negara, dan intelijen, kami berharap untuk menyampaikan keinginan jelas dan pasti untuk rekonsiliasi," ujar Jimenez yang juga dikenal dengan nama perang Timochenko. Di lain pihak, Santos juga telah meminta militer Kolombia pada Kamis (25/8) untuk menghentikan operasi anti-FARC sejak Minggu (28/8) tengah malam.
Perjanjian final
Santos dan Jimenez akan menandatangani perjanjian damai final pada 20 dan 26 September, lalu akan dilanjutkan dengan proses demobilisasi selama enam bulan.
Mulai kemarin, FARC memperkirakan 7.500 anggota mereka akan menuju ke tempat pengumpulan senjata untuk menyerahkan senjata mereka di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Santos mengatakan kepada surat kabar El Espectador bahwa pemberontak yang menolak akan ditindak dengan seluruh kekuatan pasukan. Sebelum demobilisasi, FARC akan mengumpulkan pemimpin dan anggota mereka untuk terakhir kali sebelum bertransformasi menjadi sebuah gerakan politik sah. Selanjutnya pada 2 Oktober, penduduk Kolombia akan memilih dalam sebuah referendum yang diharapkan Santos akan mendukung perjanjian damai dengan FARC. Gencatan senjata itu menjadi yang pertama kali setelah kedua belah pihak sepakat menghentikan pertempuran. "Gencatan senjata ini benar-benar salah satu segel untuk mengakhiri konflik. Ini merupakan tes untuk melihat apakah efektif," ujar Carlos Alfonso Velazquez, pakar keamanan dari Universitas La Sabana. Konflik bersenjata antara pemerintah dan FARC yang berlangsung sejak 1964 menyebabkan 260 ribu orang tewas, 45 ribu orang hilang, dan 6,9 juta orang mengungsi. Itu merupakan konflik sipil bersenjata terbesar di Amerika Latin. (AFP/I-2).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved