Serangan Militer Turki Meningkat,40 Tewas

Irene Harty
29/8/2016 08:00
Serangan Militer Turki Meningkat,40 Tewas
(AFP)

GEMPURAN dan serangan udara militer Turki terhadap kelompok Islamic State (IS) dan milisi Kurdi di Kota Suriah yang berbatasan dengan negara itu menewaskan sedikitnya 40 warga sipil, kemarin (Minggu, 28/8).

"Sedikitnya 20 warga sipil tewas dan 50 lainnya luka-luka akibat tembakan artileri dan serangan udara Turki di Jeb el-Kussa, desa di selatan Jarabulus, Minggu (28/8) pagi," kata Kepala Kelompok Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah, Rami Abdel Rahman.

Jeb el-Kussa terletak 14 kilometer di selatan Jarabulus dan dikuasai para pejuang daerah serta pasukan Kurdi. Selain itu, sekitar 20 warga sipil tewas dan 25 lainnya terluka karena serangan udara militer Turki di dekat Koa Al-Amarneh, kata kelompok itu.

Kelompok itu juga mengatakan sedikitnya empat petempur Kurdi tewas dan 15 terluka karena pengeboman di kedua wilayah itu. Namun, seorang juru bicara pemerintahan lokal Kurdi mengatakan pengeboman di kedua desa itu menyebabkan 75 orang tewas.

Kelompok yang bermarkas di London, Inggris, itu mengatakan pengeboman militer Turki menyasar wilayah selatan Jarabulus. Kota yang dahulu merupakan markas IS itu telah direbut pasukan Turki pada hari pertama serangan.

Sejak itu, pertempuran terjadi di wilayah selatan kota tersebut. Bentrokan meletus antara pasukan Turki dan pasukan pengikut Partai Uni Demokratik Kurdi (PYD) yang oleh Ankara dicap sebagai kelompok teror yang terkait dengan milisi Kurdi di Turki.

Pasukan Kurdi yang didukung AS juga memerangi IS di Suriah. Namun, Turki menentang keras langkah Kurdi untuk memperluas serangan ke wilayah lain yang dikuasai IS.

Pasukan Turki melancarkan serangan udara mereka yang pertama terhadap posisi-posisi pasukan pro-Kurdi pada Sabtu (27/8). Serangan itu merupakan bagian dari Operasi Perisai Eufrat.

Turki mengatakan YPG yang dianggap sebagai cabang dari partai terlarang, Partai Pekerja Kurdistan (PKK), tidak menepati janji mereka untuk kembali ke seberang Sungai Eufrat setelah mereka maju pada bulan ini.

Turki tidak memercayai partai itu meski mendapat jaminan dari sekutu mereka, Amerika Serikat. Ankara khawatir kehadiran wilayah Kurdi otonom di Suriah akan memicu pemberontakan di sepanjang perbatasan di tenggara Turki.

Sengitnya pertempuran di Kota Jarabulus yang berbatasan dengan Turki itu mendorong masyarakat internasional menyerukan gencatan senjata selama 48 jam.

PBB telah mengutus anggota khususnya untuk Suriah, Staffan de Mistura, demi mendesak pihak yang berperang agar memberikan jeda pertempuran.(AFP/Ire/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya