Korut Tolak Kecaman PBB

(AFP/Ire/I-2). (AFP/Ire/I-2)
29/8/2016 02:20
Korut Tolak Kecaman PBB
(AFP PHOTO / KCNA / KNS / South Korea OUT)

KOREA Utara menolak kecaman yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB atas uji tembak rudal balistik kapal selam (SLBM) terbaru yang dilakukan mereka pada Jumat (26/8). Pyongyang balik mengancam mereka dengan akan melakukan tindakan lebih jauh, yaitu pengerahan militer besar-besaran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan kecaman PBB itu sebagai produk tindakan perampokan oleh AS dan mengatakan Washingthon telah mengacuhkan peringatan untuk tidak menyakiti martabat negeri mereka. "Sekarang AS menebar ancaman terhadap martabat dan keberadaan DPRK (Korea Utara) dengan mengabaikan peringatan. DPRK (sebutan Korut) akan terus melakukan langkah-langkah dengan kekuatan militer penuh," kata juru bicara Korut dalam pernyataan resmi yang dilansir kantor berita negeri itu, KCNA, Minggu (28/8).

Dia menambahkan DPRK memiliki sarana yang cukup besar dan mampu menumpas pasukan agresi di daratan AS serta Pasifik menjadi abu dalam sekejap. Sebelumnya, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, Kamis (25/8), mengatakan uji coba SLBM terbaru itu merupakan keberhasilan terbesar. Dengan demikian, kata Jong-un, rudal korut itu kini mampu menjangkau daratan AS dan Pasifik. Rudal itu ditembakkan dari kapal selam di Pelabuhan Sinpo, timur laut Korut, pada Rabu (24/8), dan terbang sejauh 500 kilometer (sekitar 300 mil) ke arah Jepang.

Jarak yang mampu dijangkau rudal itu kali ini jauh melebihi rudal sebelumnya. Para analis percaya kemampuan rudal Korut meningkat jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan dan akan mampu melampaui Semenanjung Korea. Kendati demikian, mereka yakin negeri komunis itu masih butuh waktu bertahun-tahun untuk dapat mengerahkannya. Karena itu, 15 anggota Dewan Keamanan PBB sepakat mengambil langkah-langkah signifikan terhadap Korut, dua hari setelah uji tembak dilakukan. Dengan memakai resolusi PBB tentang penggunaan teknologi rudal balistik, DK PBB melarang Korut melakukan peluncuran uji coba nuklir.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya