Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA berkekuatan 6,8 pada skala Richter (SR) yang terjadi pada Rabu (24/8) malam dan berpusat di wilayah Magway, Myanmar, terasa hingga Kota Bangkok, Thailand, dan Kolkata, India.
Gempa yang menewaskan tiga orang itu telah merusak sejumlah pagoda di kota kuno Bagan, wilayah Mandalay, yang dikenal sebagai destinasi para wisatawan asing di negara itu.
Di kota kuno yang dulu dijuluki Arimaddanapura itu, terdapat 2.500 monumen Buddha yang dipuja.
Beberapa insinyur dan arsitek telah menyurvei daerah itu pascagempa.
Mereka mencatat 185 pagoda rusak di Bagan setelah guncangan gempa.
"Pertama kami perlu mengetahui tingkat kerusakan, kemudian kami akan membuat rencana renovasi," kata Wakil Direktur Kementerian Kebudayaan Myanmar, Arkar Kyaw, kepada kantor berita AFP.
Untuk merenovasi pagoda itu, pemerintah setempat bekerja sama dengan UNESCO.
Peninggalan-peninggalan bersejarah itu juga dilindungi organisasi PBB yang menangani cagar budaya.
Bersamaan dengan upaya pembenahan kuil dan pagoda di lokasi wisata pascagempa, sejumlah petugas berjaga dan memblokade daerah itu untuk sementara.
Saat gempa terjadi, seorang saksi, Khin Maung Toe, mengaku sempat mendengar suara menderu saat sedang memberikan penghormatan di sebuah pagoda di Bagan.
"Beruntung, istri saya berhasil meloloskan diri dan keluar saat sebelum pagoda runtuh," kata Toe yang mengisahkan pengalaman istrinya saat gempa 6,8 SR melanda wilayah Bagan, Mandalay.
Di Bagan, terdapat pula kuil-kuil yang berusia sekitar 1.000 tahun dan telah menjadi daya tarik bagi para wisatawan.
Pada masa kejayaannya, antara abad ke-9 dan ke-13, kota itu ialah ibu kota kerajaan yang kuat dan salah satu pusat Asia yang paling penting untuk pengajaran Buddha.
"Ini benar-benar memilukan. Saya bahkan tidak memiliki nafsu makan," kata Wali Pagoda Htilominlo, Tin Oo Hla yang sedih melihat kondisi tempat bersejarah itu.
Dia juga menyebut gempa yang terjadi Rabu (24/8) telah membuat kerugian besar.
Gempa bumi kerap terjadi di Myanmar yang termasuk wilayah tektonik aktif.
Terakhir kali gempa merusak wilayah Bagan pada 1975.
Sejumlah kuil dan pagoda mengalami kerusakan dan diperbaiki pemerintah junta militer.
Namun, para ahli mengatakan pekerjaan renovasi dilakukan serampangan pada saat itu.
Kuil-kuil dan pagoda-pagoda kuno diperbaiki dengan bahan modern dan secara signifikan mengubah keaslian nilai sejarah.
"Kami yakin kali ini proses restorasi akan mengikuti standar internasional," kata Kepala Kantor UNESCO, Sardar Umar Alam, di Yangon, kota terbesar Myanmar, kemarin.
Di sisi lain, kunjungan wisatawan asing terus meningkat ke Bagan sejak 2011.
Direktur Jenderal Kementerian Hotel dan Pariwisata Myanmar, Tint Thwin, menargetkan 5,5 juta wisatawan akan berkunjung ke negaranya.
Jumlah itu lebih besar daripada tahun lalu. (AFP/Ire/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved