Pasca-Arab Spring, Usia Harapan Hidup di Kawasan Menurun

Basuki Eka Purnama
25/8/2016 10:54
Pasca-Arab Spring, Usia Harapan Hidup di Kawasan Menurun
(AFP / FAWZI DRIDI)

KONFLIK dan perang sipil yang meledak di kawasan Mediteranea timur sejak gerakan Arab Spring pada 2010 telah memperpendek harapan hidup dan merusak kesehatan. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian baru yang dirilis Kamis (25/8).

Yaman, Tunisia, dan Mesir kehilangan tiga bulan harapan hidup antara 2010 dan 2013 seiring merosotnya kondisi kesehatan warga yang diraih selama dua dekade terakhir.

Di Suriah, negara yang dilanda perang sipil yang menyebabkan 290 ribu orang tewas dan menyebabkan jutaan lainnya mengungsi sejak Maret 2011, rata-rata harapan hidup terpangkas hingga 6 tahun.

Dalam laporan yang dilansir di jurnal The Lancet Global Health, kaum pria di Suriah umumnya hidup hingga usia 75 tahun sebelum konflik. Pada 2013, rata-rata harapan hidup pria Suriah adalah 69 tahun.

Bagi perempuan Suriah, penurunan itu terjadi dari 80 tahun menjadi 75 tahun di periode yang sama.

"Konflik yang terjadi saat ini telah menghancurkan infrastruktur dasar di sejumlah negara," ujar penulis utama penelitian itu Ali Mokdad, profesor dari Institute for Health Metrics and Evaluation, University of Washington.

"Akibatnya, jutaan orang menghadapi krisis air dan sanitasi yang buruk. Hal itu akan berujung pada wabah penyakit," imbuhnya.

Kematian anak juga meningkat di sejumlah negara. Kondisi terparah terjadi di Suriah. Angka kematian anak di negara itu antara 2000 dan 2010 adalah 6%. Jumlah itu naik menjadi 9% antara 2010 dan 2013.

Kondisi kesehatan juga memburuk di Libia, Yaman, Lebanon, Afghanustan, Irak, dan Somalia. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya