Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UCAPAN Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang mengancam keluar dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ternyata cuma gertak sambal. Bahkan, dia mengaku ucapannya itu cuma candaan. Duterte menuai kritik lantaran kebijakannya dalam memberantas narkoba dianggap melanggar hak asasi manusia dan hukum internasional. Karena gerah dengan kritik itu, Duterte pada Minggu (21/8) mengancam keluar dari PBB. Namun, kemarin, dia membantahnya.
"Kalian tidak bisa menerima candaan," ujarnya ketika ditanya wartawan soal keseriusan ancamannya itu.
Duterte pada Selasa (23/8) juga mengkritik Agnes Callamard, pelapor khusus PBB yang menyebutnya telah melanggar hukum internasional dan menilainya sebagai seorang yang ambisius dan tidak punya otak. "Itu merupakan anggapan dari seorang wanita yang putus asa. Kamu bisa berpikir tentang genosida, bunuh diri, atau apa pun," sindirnya.
Hampir 2.000 orang tewas sejak Duterte, yang dilantik menjadi Presiden Filipina pada 30 Juni, mengeluarkan kebijakan perang terhadap narkoba.
Para aktivis HAM, beberapa anggota parlemen, dan yang lainnya mengatakan pasukan keamanan telah terlibat dalam pembunuhan di luar hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara tersebut.
Namun, Duterte berkeras bahwa yang tewas di tangan polisi hanyalah 756 orang, sementara sisanya tewas lantaran perang sesama geng narkoba.
Duterte sebelumnya pernah berjanji bahwa 100 ribu orang akan mati lantaran kebijakan perangnya melawan kriminalitas.
Sebagian besar mayat tersebut, kata dia, akan dibuang di Teluk Manila sebagai pakan ikan.
Duterte juga sesumbar bahwa ia pernah membunuh tiga orang bandit jalanan.
Selama kampanye pemilu lalu, Duterte menuai kritik ketika mengatakan keinginannya untuk memerkosa misionaris Australia yang mengalami kekerasan seksual dan dibunuh di penjara di Filipina.
Dia juga menolak untuk meminta maaf atas ucapannya tersebut.
Namun, dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, juru bicara presiden, Ernesto Abella, mengatakan komentar Duterte tersebut merupakan candaan.
Menurut Abella, selera humor Duterte dan komentar kasarnya merupakan ciri khas seorang Cebuano, yakni orang yang berasal dari kawasan selatan Filipina.
"Subkultur orang Cebuano memang seperti itu, suka berbicara dalam humor yang sangat kasar," jelasnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved