Turki Gempur IS di Suriah

Indah Hoesin
25/8/2016 01:15
Turki Gempur IS di Suriah
(AFP PHOTO / Qasioun News Agency)

PASUKAN militer Turki yang didukung pasukan udara koalisi internasional meluncurkan operasi yang melibatkan sejumlah jet tempur dan tank militer untuk membasmi kelompok Islamic State (IS). Serangan itu dilakukan dari kota utama di perbatasan Suriah, Rabu (24/8). Operasi udara dan darat itu menjadi operasi paling ambisius yang diluncurkan Turki selama konflik Suriah untuk membasmi IS dari Kota Jarabulus di Suriah, yang terletak di seberang Kota Karkamis, Turki.
Operasi yang dinamakan Euphrates Shield itu dimulai sejak pukul 04.00 waktu setempat dengan ratusan target IS di sekitar Jarabulus, Suriah. Sebelumnya, pihak berwenang Turki pada Selasa (23/8) telah memerintahkan evakuasi di Kota Karkamis. Imbauan itu memunculkan dugaan bahwa serangan akan segera terjadi. Fotografer AFP di Kota Karkamis melaporkan 11 tank militer milik Turki,Rabu (24/8) , telah memasuki wilayah Suriah dan kemudian menembaki Kota Jarabulus.

Operasi itu juga melibatkan kendaraan militer skala kecil yang dipercaya membawa kelompok pemberontak pasukan pembebasan Suriah (FSA). Aktivis Suriah mengatakan ratusan personel FSA menunggu di perbatasan Turki untuk ambil bagian dalam operasi membebaskan Jarabulus dari IS. Serangan udara oleh pesawat jet F16 Turki merupakan serangan pertama sejak krisis Turki-Rusia, ketika Turki menembak jatuh salah satu pesawat perang milik 'Negeri Beruang Merah'.
Sumber keamanan, mengutip dari televisi Turki, mengatakan kontingen kecil dari pasukan khusus telah memasuki Suriah untuk mengamankan area sebelum operasi darat yang lebih besar dilakukan. Kementerian Dalam Negeri Turki mengatakan bahwa mereka berharap bisa dengan segera menyingkirkan IS dari Kota Jarabulus.
"Dengan kehendak Tuhan, kita akan mendapatkan hasil dalam waktu yang singkat, bersama dengan pasukan koalisi dan oposisi moderat Suriah," ujar Menteri Dalam Negeri Turki, Efkan Ala, kepada kantor berita Anadolu, sejam setelah serangan diluncurkan.

Anadolu juga melaporkan bahwa FSA pendukung Turki telah berhasil memasuki Suriah sejauh 3 km menuju Kota Jarabulus. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengatakan operasi di wilayah Suriah itu tidak hanya melawan IS, tapi juga kelompok militan Kurdi dan seharusnya mengakhiri masalah di perbatasan negeri itu secara permanen. "Sejak pukul 04.00, pasukan Turki telah memulai operasi melawan IS dan PYD (Persatuan Partai Demokrat Kurdi) ," ujar Erdogan. Sebelumnya, ketegangan meningkat di sekitar perbatasan Suriah-Turki dalam beberapa hari terakhir, setelah sebuah roket dari Jarabulus mengenai wilayah Turki yang direspons militer Turki dengan tembakan balasan. Turki ingin memperlihatkan secara serius operasi ini untuk membasmi IS yang telah meluncurkan serangkaian serangan di negara tersebut, termasuk sebuah serangan terakhir dalam sebuah acara pernikahan di Gaziantep yang menewaskan 54 orang.

Turki telah lama dituduh menutup mata akan kebangkitan IS di Suriah, bahkan ikut membantu gerakan tersebut melewati perbatasan. Namun. tuduhan itu selalu dibantah pemerintah Turki. Sebelumnya, Ankara selalu menyerukan pelengseran Presiden Suriah Bashar al-Assad. Hal itu membuat posisi Turki berseberangan dengan kolega utama mereka Iran dan Rusia. Namun, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengakui untuk pertama kalinya bahwa Al-Assad ialah salah satu aktor di Suriah dan mungkin perannya tetap diperlukan sebagai bagian dari transisi kekuasaan. (AFP/AlJazeera/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya