PARA astronaut yang tinggal di Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS), Senin (10/8), memanen dan mencicipi selada yang tumbuh di angkasa luar untuk pertama kali.
"Rasanya enak," ujar Kjell Lindgren, astronaut Badan Ruang Angkasa Amerika Serikat (NASA) setelah menggigit daun selada romaine merah yang ditanam di tempat khusus di pos orbit.
Sensasi serupa diungkapkan astronaut AS lain saat mencicipi daun selada tersebut. "Sangat enak. Rasanya seperti arugula (selada roket)," ucap Scott Kelly.
Selada romaine merah ditanam di sebuah kotak khusus yang disebut Veggie. Kotak khusus yang dibuat Orbital Technologies Corporation di Madison, Wisconsin, AS, itu memiliki bobot sekitar 7 kg dan bersifat fleksibel.
Di kotak tersebut terdapat sinar LED (<>light-emitting diode) berwarna merah, biru, dan hijau untuk membantu pertumbuhan tanaman selada dengan baik. Karena daya gravitasi tidak berlaku di ruang angkasa, sistem irigasi pun diciptakan khusus dengan memberikan kelembapan dari bawah tanaman.
Benih-benih selada tersebut ditanam pertama kali oleh Kelly pada 8 Juli lalu. Untuk tumbuh sempurna, tanaman selada membutuhkan 33 hari. Pada Senin (10/8), Kelly sudah memetik selada-selada tersebut. Ia pun membersihkan daun selada dengan asam sitrat dan tisu khusus pembersih makanan.
Pihak NASA mengatakan, penjelajah ruang angkasa dapat menanam dan menghasilkan makanan mereka sendiri saat berada jauh dari Bumi sehingga bertahan lama di angkasa luar.
"Hal seperti ini, kemampuan untuk mengolah makanan selama berada di ruang angkasa akan menjadi kunci untuk kelangsungan hidup para astronaut," tutur Kelly.
Pemimpin penelitian NASA untuk kegiatan pendukung kehidupan angkasa luar, Ray Wheeler, mengatakan bahwa makanan segar yang mengandung antioksidan, seperti tomat, <>blueberry, dan selada merah, dapat menimbulkan dampak positif pada suasana hati orang.
Dalam eksperimen yang bernama Veg-01 itu, rencananya para astronaut ISS akan menggunakan setengah dari selada yang mereka tanam sebagai bahan makanan sehari-hari. Sementara itu, setengahnya lagi akan dibekukan dan dikirimkan ke Bumi untuk dipelajari lebih lanjut oleh para ilmuwan.(AFP/I-3)