IS Dituding Otak di Balik Bom Pernikahan

(AFP/AP/Hym/I-1)
23/8/2016 00:45
IS Dituding Otak di Balik Bom Pernikahan
(AFP / ILYAS AKENGIN)

PEMIMPIN Turki mengungkapkan tanda-tanda awal mengarah kepada keterlibatan kelompok Islamic State (IS) dalam serangan bom bunuh diri mematikan yang menargetkan pesta pernikahan komunitas Kurdi di wilayah tenggara negara itu. Berbicara kepada wartawan di Istanbul, Minggu (21/8) waktu setempat, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan seorang pelaku bom bunuh diri berusia antara 12 dan 14 tahun terlibat dalam serangan di Gaziantep, kota berpenduduk 1,6 juta jiwa yang terletak di dekat perbatasan Suriah. Sejauh ini, Erdogan meng-ungkapkan serangan itu menewaskan 51 orang dan melukai 69 lalinnya, termasuk 17 dalam kondisi kritis. Insiden yang terjadi pada pukul 10.50 waktu setempat, Sabtu (20/8), itu merupakan serangan paling mematikan di Turki sepanjang tahun ini.

"Sejumlah temuan awal oleh gubernur dan polisi kami mengindikasikan serangan itu telah dilakukan oleh Daesh (IS). Seperti yang Anda tahu, Daesh sedang berusaha memosisikan dan mengorganisasikan diri di Gaziantep," kata Erdogan seperti dikutip kantor berita pemerintah, Anadolu. "Tadi malam (Sabtu), mereka (teroris) menggunakan anak berusia 12-14 tahun sebagai bom manusia untuk melaksanakan serangan di sebuah acara pernikahan di Gaziantep. Saat ini, 69 orang luka-luka 17 luka serius sedang dirawat di rumah sakit. Korban tewas saat ini 51 orang," ia menambahkan. Baik mempelai laki-laki maupun perempuan ikut terluka dalam serangan di acara pernikahan yang dilaksanakan di sebuah jalan itu.

Pihak berwenang mengonfirmasi setidaknya 22 dari 51 korban tewas merupakan anak-anak berusia di bawah 14 tahun. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengutuk keras serangan tersebut dan menyatakan solidaritas untuk Turki. "Sekretaris Jenderal mengutuk serangan teroris di pesta pernikahan di Kota Gaziantep, Turki," demikian sebuah pernyataan dari kantor Ban.

Presiden Rusia Vladimir Putin, PM Swedia Stefan Lofven, Paus Franciskus, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini, Presiden Prancis Francois Hollande, Gedung Putih, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden Italia Sergio Mattarell juga menyampaikan kecaman, doa, dan solidaritas untuk Turki. Negara-negara Barat dan sekutu lainnya seperti Georgia, Kazakhstan, Iran, Israel, Rumania, Latvia, Lithuania, Estonia, Azerbaijan, Pakistan, Inggris, Qatar, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, Yunani, dan Mesir juga menyampaikan belasungkawa dan mengutuk serangan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya