Sepertinya, Drs H Husnan Bey Fananie, MA, sudah siap bakal menduduki posisi barunya sebagai Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk negara Azerbaijan. Pasalnya, pria kelahiran Jakarta, 13 Nopember 1967 itu sudah memiliki segudang rencana untuk memajukan hubungan ekonomi antara Indonesia dengan negeri kaya minyak dan gas di belahan Eropa Timur bernama Azerbaijan itu."Azerbaijan itu negeri penghasil migas terbesar kedua di dunia. Kita mengimpor minyak dari sana itu pertahun mencapai US$2 miliar. Bahkan, elpiji juga kita impor dari sana. Mereka negara kaya dengan jumlah penduduk hanya 9,5 juta jiwa", papar cucu dari KH R Zainuddin Fananie (1905-1967) penulis karya “Pedoman Pendidikan Modern†(1934) itu.
Namun, di sisi lain, Husnan mengakui bahwa hubungan ekonomi antara kedua negara masih terbilang defisit. Karena, ekspor Indonesia ke Azerbaijan hanya sebesar US$1,3 miliar. Diantaranya, ekspor makanan kaleng, garmen, karet, furnitur, rotan, sawit untuk kosmetika, dan alat-alat elektronik. "Saya akui itu masih defisit. Namun, disitulah tantangannya bagaimana membuat hubungan itu menjadi surplus", tandas Husnan.
Husnan pun mengakui bahwa bila dirinya terpilih menjadi Dubes untuk Azerbaijan, dalam tiga tahun membutuhkan energi, kreatifitas, dan juga harus visioner. "Apa yang akan saya lakukan? Salah satunya, di langkah awal saya nanti, akan membuat Indonesia Cultural and Trade Expo di Azerbaijan. Kita akan bikin pagelaran tentang budaya Indonesia, hasil karya anak bangsa¸makanan khas kuliner Indonesia, kearifan lokal kita seperti batik, dan sebagainya", jelas dia.
Bahkan, lanjut Husnan, Indonesia juga memiliki Samudera yang luas dimana pariwisata pantai dan pemandangan bawah laut bisa dijadikan pariwisata yang menjanjikan dan menarik wisatawan dari Azerbaijan datang ke Indonesia. "Saya datang ke Azerbaijan dengan membawa soft power, bukan hard power, seperti budaya, kuliner, wisata, ekonomi, dan lain-lain", imbuh mantan anggota DPR RI tersebut.
Bagi Husnan, Azerbaijan pantas diberi perhatian khusus bagi Indonesia karena selain penduduknya kaya, juga merupakan pintu masuk menuju pasar Eropa Timur. "Potensi Eropa Timur itu luar biasa untuk kita manfaatkan melalui Azerbaijan. Itu tantangan untuk saya", tegas dia. Oleh karena itu, Husnan berencana membuat Indonesian Trade and Promotion Center di Azerbaijan. "Filosofi saya disana adalah 3C. Membangun citra Indonesia, menggapai ciata-cita kita di kawasan Eropa Timur, dan kita dicintai oleh masyarakat dunia, khususnya di Azerbaijan dan kawasan lain di Eropa Timur", pungkas Husnan.