Duterte Ancam Tarik Diri dari PBB

(AFP/Ire/I-3)
22/8/2016 01:45
Duterte Ancam Tarik Diri dari PBB
(AP/Noel Celis)

PRESIDEN Filipina Rodrigo Duterte menolak kehadiran tim penyelidik hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang hendak mengunjungi negaranya, Sabtu (27/8). Tim penyelidik HAM itu berniat menghimpun laporan dan data terkait dengan aksi pembunuhan para pelaku kriminal yang ekstrayudisial. Duterte kemarin bereaksi atas rencana kedatangan tim HAM PBB dan mengecam campur tangan pemerintah Amerika Serika (AS) terkait dengan penanganan kejahatan di negaranya. Bahkan, Duterte mengancam Filipina akan menarik diri dari keanggotaan PBB. Tidak hanya itu, ia juga mengkritik Washington yang gagal mengatasi kasus rasialis. Ia menyebut sejumlah kasus aksi penembakan polisi berkulit putih terhadap sejumlah warga berkulit hitam yang tak bersenjata.

Ia mengkritik PBB dan AS tidak bisa mengatasi konflik bersenjata di Suriah. Bahkan, konflik itu telah menewaskan ribuan orang di Aleppo, Suriah. Sebelumnya, ia juga mengatakan seorang bocah terluka dengan tubuh dipenuhi debu akibat serangan udara militer Suriah. Soal itu, Duterte menanyakan peran dan upaya yang dilakukan PBB dan AS terkait dengan perang saudara di Suriah. Pada awal pekan lalu, Kepala Polisi Filipina Ronald Dela Rosa mengatakan personelnya telah menembak mati 665 tersangka pelaku kriminal.

Sejumlah warga sipil dilaporkan turut membunuh 889 orang penjahat yang terkait dengan narkoba. Dalam kampanye pemberatasan narkoba, Duterte memerintahkan aparat keamanan untuk menembak mati para pelaku kejahatan yang dapat membahayakan aparat keamanan. Kepala Penasihat Hukum Duterte, Salvador Panelo, juga menantang seorang pelapor, Agnes Callamard, dan Komisi HAM PBB yang hendak mengunjungi Filipina. Callamard menganggap pemerintah berkewajiban menjaga aparat keamanan agar tidak melanggar HAM dengan pembunuhan sewenang-wenang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya