Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN orang tewas dalam serangan bom saat pesta pernikahan digelar di Kota Gaziantep, Turki. Para pejabat menduga bom bunuh diri tersebut menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai hampir 94 orang yang sudah dibawa ke rumah sakit. Ledakan terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat pada Sabtu (20/8) di lingkungan Akdere Kabupaten Sahin Bey. Gubernur Gaziantep, Ali Yerlikaya, mengatakan itu sebagai serangan teror. Wakil Perdana Menteri (PM) Turki Mehmet Simsek juga mengatakan kepada NTV bahwa ledakan terjadi karena bom bunuh diri. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan Daesh atau kelompok Islamic State (IS) mungkin sebagai pelaku aksi bom bunuh diri tersebut.
"Negara dan bangsa kita hanya mempunyai satu pesan kepada mereka yang menyerang kita. Anda tidak akan berhasil," kata Erdogan. Anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan, Samil Tayyar, juga menyebut IS sebagai pelakunya dalam kicauannya di Twitter. Kota besar yang berjarak 60 km utara dari perbatasan Suriah, Gaziantep, telah menjadi jalan untuk Suriah melarikan diri dari perang saudara. Namun, dengan adanya pengungsi dan aktivis oposisi, ketakutan atas kehadiran kelompok IS sudah berlangsung lama. Apalagi, kehadiran warga Kurdi terasa kuat di Kabupaten Sahin Bey dihuni sebagian besar warga Kurdi.
Begitu pula dengan upacara pernikahan banyak dihadiri warga Kurdi yang memicu spekulasi keterlibatan IS. Partai Rakyat Demokratik pro-Kurdi (HDP) mengatakan anggotanya hadir bersama keluarga mereka di pesta pernikahan yang dijadikan target serangan bom. Dalam beberapa bulan terakhir, Turki tengah terpukul setelah sejumlah ledakan bom yang mematikan yang diduga dilakukan IS dan kelompok separatis, Partai Pekerja Kurdi (PKK). Serangan yang mematikan dilakukan tiga pelaku bom bunuh diri IS dan menewaskan 44 orang di Bandara Istanbul, Ataturk, pada Juli lalu. Sedikitnya 40 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di Kota Ankara pada Maret lalu yang diklaim kelompok separatis Kurdi.
Rentan pascakudeta
Sekelompok militer Turki bulan lalu melakukan kudeta untuk menggulingkan pemerintah. Dalam kudeta yang berhasil digagalkan itu menewaskan 240 orang. Pemerintah menuduh kudeta dilakukan para pengikut Fethullah Gulen, seorang ulama Turki yang tengah mengasingkan diri di Amerika Serikat (AS). Presiden Erdogan terus mendesak AS untuk mengekstradisi Gulen untuk diadili di Turki. Profesor Departemen Ilmu Politik di Universitas Utah, Hakan Yavuz, mengatakan Turki lebih rentan sekarang setelah pembersihan militer dari unsur pendukung Gulen. "Kudeta upaya menghancurkan institusi militer," katanya. Situasi itu telah membuat kondisi keamanan Turki melemah dan rentan serangan kelompok antipemerintah. Suriah. (AFP/AP/Aljazeera/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved