JEPANG menyatakan mengaktifkan lagi program tenaga nuklirnya hari ini, setelah dua tahun nonaktif akibat kebocoran di Fukushima karena tsunami lebih dari empat tahun silam. Jepang kini mengaktifkan sementara dua reaktor yang sudah dua tahun tak berfungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik.
Reaktor nomor satu di pembangkit nuklir Sendai, 1.000 km arah barat daya dari Tokyo, sudah diisi dengan bahan bakar atom. Kemarin, operator terkait mengumumkan reaktor tersebut akan dinyalakan pada hari ini pukul 10.30 waktu Jepang.
Reaktor berumur 31 tahun itu diharapkan bisa mencapai kapasitas penuh pada pukul 23.00. Reaktor akan mulai membangkitkan listrik pada Jumat (14/8). Namun, juru bicara operator Kyushu Electric Power menyatakan operasi reguler baru akan dimulai September mendatang.
Jepang telah memperketat peraturan keselamatan pembangkit listrik energi nuklir, termasuk menyiapkan langkah preventif dan membangun dinding penghalang untuk antisipasi tsunami.
"Ini penting untuk kebijakan energi perkotaan. Pemerintah akan mengoperasikan kembali seluruh reaktor jika sudah terkonfirmasi aman. Prioritas pertama adalah keselamatan," kata juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga.
Pengaktifan reaktor ditegaskan akan berjalan dengan regulasi yang jauh lebih ketat jika dibandingkan dengan sebelum tragedi Fukushima yang dipandang sebagai bencana atom terburuk setelah Chernobyl pada 1986. "Bencana seperti yang terjadi di pembangkit nuklir Tokyo Electric Power di Fukushima Daiichi tidak akan terulang lagi dengan penerapan peraturan baru," jamin Ketua Otoritas Regulasi Nuklir, Shunichi Tanaka. Namun, kemarin, sekitar 400 warga berkumpul di depan pembangkit Sendai di Kyushu, untuk menolak pengaktifan lagi pembangkit.(AFP/Aya/I-2)