Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Turki belum memberikan keterangan resmi dasar penangkapan dua mahasiswi Indonesia pada 11 Agustus lalu.
Upaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara untuk meminta akses kekonsuleran demi menemui mereka juga belum berhasil.
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangan pers kemarin, mengatakan kedua mahasiswi yang ditangkap tersebut berinisial DP asal Demak, Jawa Tengah, dan YU asal Aceh.
Mereka ditahan saat dilakukan penangkapan di rumah yang dikelola Yayasan Gulen di Kota Bursa.
Yayasan Gulen merupakan yayasan yang dikelola Fethullah Gulen, tokoh yang dituduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai dalang kudeta yang gagal pada pertengahan Juli lalu.
Iqbal menambahkan, kedua mahasiswi tersebut sebetulnya tidak termasuk target penangkapan.
"Namun, saat aparat keamanan melakukan penangkapan di salah satu rumah yang dikelola Yayasan Gulen, kedua mahasiswi itu ada di rumah tersebut. Mereka mengakui memang tinggal di rumah tersebut," ujarnya.
Dia mengatakan KBRI Ankara sudah melakukan sejumlah upaya untuk melindungi keduanya, di antaranya mendatangi Kepolisian Bursa untuk meminta akses kekonsuleran.
KBRI juga telah menyampaikan nota kepada Kemenlu Turki untuk meminta klasifikasi dasar penangkapan tersebut. Upaya lainnya ialah mendatangi pengadilan Bursa untuk bertemu jaksa penuntut.
"KBRI sudah memastikan bahwa kedua mahasiswa didampingi pengacara. Ini dimaksudkan untuk mengantisipasi jika nantinya kasus ini masuk ke pengadilan," papar Iqbal.
Sebelumnya, Kamis (18/8) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir menegaskan belum ada informasi atau indikasi keterlibatan dua mahasiswi dalam kelompok Gulen.
"Mereka berdua itu kan menerima beasiswa dari yayasan Gulen atau Hizmet," sahutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved