Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERONTAK Kurdi atau Partai Pekerja Kurdistan (PKK), Kamis (18/8) waktu setempat, melancarkan serangkaian aksi pengeboman mematikan di tiga lokasi di Turki dalam waktu kurang dari 24 jam.
Insiden itu merupakan yang pertama kalinya melanda wilayah timur yang tidak didominasi suku Kurdi.
Setidaknya 14 orang telah tewas dan sekitar 300 lainnya luka-luka, menurut sejumlah sumber.
Salah satu bom menghantam wilayah dekat lorong di kota timur jauh Van saat pesta pernikahan yang dihadiri banyak orang berlangsung.
Serangan itu membuat pengantin dan tamu mereka melarikan diri dalam kepanikan.
Perdana Menteri Binali Yildirim dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk serangan tersebut.
"Saya mengutuk semua organisasi teroris di dunia, termasuk PKK, yang mencoba untuk mengganggu ketenangan negara, bekerja untuk mengacaukan dan menabur ketakutan dengan membunuh orang tak bersalah," kata Yildirim.
"Perjuangan kita melawan teror tidak akan pernah berhenti," kata Erdogan.
Serangan berdarah itu muncul setelah seorang komandan kenamaan PKK, yang dicap sebagai kelompok teroris oleh Ankara dan sekutu Baratnya, pekan lalu, mengancam serangan lebih lanjut di kota-kota Turki.
Sebelumnya, Kamis (18/8) pagi, sebuah bom mobil meledak di markas polisi di kota timur Elazig, menewaskan lima orang termasuk tiga polisi dan melukai lebih dari 200 orang.
Guncangan membuat sebagian besar bagian gedung yang terkena dampak runtuh atau ambruk dan menyebabkan sejumlah kendaraan di dekat bangunan menjadi menghitam serta hancur.
Hanya dalam beberapa jam kemudian, lima tentara dan penjaga desa tewas ketika sebuah bom rakitan meledak di jalur konvoi militer di kota tenggara Bitlis.
Sebelumnya, pada Rabu (17/8) malam, dua polisi dan seorang warga sipil tewas dan puluhan terluka dalam serangan bom mobil lain di Van.
Kelompok pemberontak PKK tampaknya telah meningkatkan serangan mereka sejak kudeta yang gagal menggulingkan Erdogan pada 15 Juli lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved