Hambali Muncul di Persidangan

AP/I-1
20/8/2016 07:51
Hambali Muncul di Persidangan
(AP/Indonesian National Police)

HAMBALI atau Encep Nurjaman, teroris Indonesia yang mendekam di Penjara Guantanamo, Kuba, kemarin, muncul pertama kali di pengadilan militer Amerika Serikat setelah hampir 10 tahun.

Hambali tampil di pengadilan AS untuk memberi kesaksian.

Selama sidang tertutup yang berlangsung selama 10 menit, Hambali yang berkacamata tidak menunjukkan ekspresi apa-apa dan juga tidak mengatakan sesuatu.

Militer AS menyediakan tayangan video di Pentagon langsung dari proses tertutup itu untuk diliput wartawan dan pengamat terakreditasi lainnya di Pentagon.

Seorang anggota militer AS bertindak sebagai pembicara Hambali dan membacakan pernyataan yang menyebutkan Hambali sebagai seseorang yang santun dan energik serta sangat antusias menghadapi persidangannya.

"Hambali menyatakan dia tidak memiliki niat buruk terhadap AS," kata petugas militer dalam pernyataan itu.

"Dia percaya Amerika Serikat punya prinsip keragaman dan pembagian kekuasaan yang jauh lebih baik daripada sistem diktator. Dia menyatakan bahwa tidak ada lain hal yang menjadi keinginannya selain melanjutkan kehidupannya dan penuh kedamaian."

Pernyataan pemerintah AS juga dibacakan di persidangan.

Hambali disebut masih menjadi ancaman keamanan.

Dia disebut tetap kukuh menyatakan dukungan terhadap tujuan-tujuan kelompok ekstremis dan teguh dalam kebenciannya terhadap Amerika Serikat.

Hambali ditahan di penjara militer AS di Guantanamo, Kuba, sejak September 2006.

Dia dituduh menjadi bagian dari jaringan teror Al Qaeda dan dituduh bertanggung jawab atas serangkaian serangan teror di Asia Tenggara, antara lain bom Bali pada 2002.

Hambali tertangkap pada 2006 di Thailand.

Intelijen AS kemudian membawanya ke Afghanistan dan akhirnya ke Guantanamo.

Panel akan memutuskan, apakah Hambali akan tetap mendekam di Penjara Guantanamo atau dipindah ke tempat lain.

Pemerintah AS mengatakan Hambali merupakan pemimpin kelompok teror Jemaah Islamiyah yang berbasis di Asia Tenggara.

Hambali juga dituduh memiliki hubungan dekat dengan Al Qaeda.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya