Rusia Sepakat Lakukan Jeda Kemanusiaan

Nur Azizah
19/8/2016 08:20
Rusia Sepakat Lakukan Jeda Kemanusiaan
(Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura -- AP Photo/Salvatore Di Nolfi)

RUSIA menyatakan bersedia melakukan 48 jam jeda kemanusiaan di Aleppo, Suriah. Dalam akun Twitter resmi, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan akan memperkenalkan jeda kemanusiaan pertama pada minggu depan.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mengatakan jeda kemanusiaan harus disertai bantuan kemanusiaan. Selama serangan terjadi, sedikitnya ada empat kota terkepung dan belum mendapat bantuan.

Kota itu adalah Foua dan Kefraya di Provinsi Idlib serta kota Madaya dan Zabadani di dekat Damaskus.

Kata perwakilan WHO DI Damaskus Elizabeth Hoff, sebanyak 16 pasien di Madaya dan 15 pasien di Foua menunggu evakuasi media.

“Saya harap pemerintah akan berkerja sama dengan kelompok oposisi untuk mendapatkan evakuasi secepatnya,” kata Hoff.

Pada Jumat (12/8) lalu, serangkaian serangan udara kembali menghantam wilayah utara Aleppo, Suriah. Dalam serangan udara tersebut, 18 orang tewas, termasuk seorang anak dan dua pegawai rumah sakit.

Serangan udara itu menghantam satu-satunya rumah sakit wanita dan anak di Kota Kafr Hamra sebelum Jumat pagi. Pada serangan itu, dua orang pegawai, termasuk seorang perawat tewas.

Lokasi Kafr Hamra bersebelahan dengan garis terdepan di utara Aleppo, di mana pasukan keamanan pemerintah telah menutup rute utama menuju area oposisi. Hal ini membuat hampir 300 ribu penduduk Aleppo terperangkap dalam perang tersebut.

Fasilitas kesehatan kerap menjadi sasaran selama perang sipil di Suriah sejak 2011 lalu. Serangan paling parah terjadi pada bulan Juli kemarin, setidaknya 43 fasilitas kesehatan di area oposisi dihancurkan.

Serangan udara pada Jumat (12/8) itu juga menghantam sebuah pasar di Kota Urem al-Kubra, menewaskan setidaknya enam orang. Kota Urem al-Kubra terletak di persimpangan Provinsi Aleppo dengan Idlib yang dikuasai oleh pemberontak.

Tidak hanya itu, serangan udara juga menghantam Desa Hayan dan menewaskan setidaknya 10 orang, termasuk anak-anak dan wanita. Seorang aktivis mengatakan, intensnya serangan udara di Idblib pada hari itu membuat Salat Jumat di kota itu tidak digelar. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya