Singapura Bangun Kawasan Industri

(Ire/I-2)
19/8/2016 03:45
Singapura Bangun Kawasan Industri
(Istimewa)

PERDANA Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong akan melakukan kunjungan ke Semarang, Jawa Tengah, pada 24-26 Agustus. Selama kunjungan, Lee akan membahas kerja sama ekonomi dengan Presiden Indonesia Joko Widodo. Pertemuan nanti akan menjadi pertemuan keempat kali kedua pemimpin tersebut. Direktur Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri RI Edi Yusup, kemarin, mengatakan pertemuan bilateral itu akan fokus pada kerja sama satu bidang, yakni ekonomi mengingat Singapura rekan dagang ketiga terbesar yang sangat penting dan strategis bagi Indonesia. Salah satunya diwujudkan dengan peresmian kawasan industri Kendal, Semarang. "Kawasan itu akan dibangun perusahaan patungan, yakni Jababeka Indonesia dan Saint Corp dari Singapura. Mereka membangun kawasan industri Semarang yang pertama," kata Edi.

Kawasan industri tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 2.200 ha yang sampai saat ini sudah dikembangkan hingga 1.000 ha. Kawasan industri itu nantinya akan menjadi basis produksi garmen, tekstil, produk kulit, suku cadang elektronik dan otomotif, industri berat, produk-produk perawatan tubuh, pemrosesan makanan, dan furnitur atau kayu. Edi mencatat hingga saat ini sudah ada 16 perusahaan asal Singapura, Indonesia, Jepang, dan Malaysia yang siap untuk bergabung membangun kawasan industri Kendal itu.

"Nilai investasinya kira-kira Rp3,2 triliun. Jadi memang kawasan ini mudah-mudahan jadi basis pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan saya kira kalau ini berhasil ini bisa jadi trigger pengembangan kawasan industri lainnya," jelas Edi. Selain pembangunan kawasan industri, Singapura akan melakukan MoU dengan menteri pariwisata Indonesia. Wisatawan Singapura merupakan wisatawan yang paling banyak mengunjungi Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman itu akan menghasilkan tiga bentuk kerja sama di bidang pariwisata. "Mungkin ada satu isu lagi yang dibahas, yakni kerja sama sosial budaya," lanjut Edi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya