Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Iran membenarkan bahwa Rusia menggunakan pangkalan udara mereka untuk melancarkan serangan ke Suriah. Kepala Parlemen Keamanan Nasional dan Komite Kebijakan Luar Negeri Iran, Alaeddin Boroujerdi, menyatakan Rusia menggunakan Pangkalan Udara Shahid Nojeh yang berada sekitar 50 kilometer di utara Hamedan, Iran. Di tempat yang sama pada akhir tahun lalu, pesawar tempur Rusia juga terdeteksi mendarat. Namun, Boroujerdi menyatakan pesawat pengebom Tu-22M3 milik Rusia mendarat di Iran hanya untuk mengisi bahan bakar di bawah izin Dewan Nasional Tertinggi Keamanan Negara, yang oleh banyak kalangan dinilai sebagai langkah yang memungkinkan Rusia membawa bom lebih besar lagi dari 20 metrik ton. "Jadi tidak ada penempatan pasukan Rusia di wilayah Republik Islam Iran," tambah Boroujerdi.
Di Moskow, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavro mengaku tidak ada yang salah dengan penggunaan pangkalan militer Iran untuk melakukan serangan udara ke Suriah. Ia juga menolak tuduhan bahwa hal itu bisa melanggar resolusi PBB soal pelarangan pasokan, penjualan, dan transfer pesawat tempur ke Iran. "Dalam kasus ini belum ada pasokan, penjualan, atau pengalihan pesawat tempur ke Iran," kata Lavrov dalam konferensi pers. "Angkatan udara Rusia menggunakan pesawat tempur dengan persetujuan Iran untuk mengambil bagian dalam operasi kontraterorisme di Suriah." Di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, mengatakan langkah Rusia itu memperburuk situasi yang sudah sangat berbahaya dengan menggunakan pangkalan udara Iran sebagai cara lebih intensif lagi melaksanakan pengebom-an yang terus menimpa penduduk sipil.
Rabu lalu sebuah serangan udara diduga dilakukan Rusia dan pemerintah Suriah ke Kota Idlib di barat laut yang dikuasai pemberontak, yang menewaskan 17 orang serta melukai sedikitnya 30 lainnya. Kelompok pemerhati hak asasi manusia di Suriah juga membenarkan adanya serangan tersebut dan mengatakan puluhan warga sipil tewas dan banyak lainnya terluka. Serangan tak hanya dilakukan pasukan pemerintah dan Rusia. Dari kubu pemberontak, sebuah roket juga menyebabkan 10 korban tewas di kalangan sipil dan melukai sembilan orang lainnya. Keterlibatan Iran yang memberikan izin kepada Rusia untuk menggunakan pangkalan udara mereka hanya akan menuai kritik dan bukan langkah yang populis.
Banyak kalangan masih ingat bagaimana Rusia, bersama Inggris, menginvasi dan menduduki Iran selama Perang Dunia II untuk mengamankan ladang minyak dan jalur pasokan Sekutu. Saat itu, ketika Inggris menarik diri, Rusia menolak pergi dan itu memicu kecaman dari Dewan Kemanan PBB yang baru lahir pada 1946. Selama pendudukan Soviet di Afghanistan, Iran mengizinkan pengungsi masuk negara itu dan mendukung kelompok pemberontak Mujahidin seperti yang dilakukan AS.
Isi bahan bakar
Menurut mantan pejabat Pentagon, Michael Rubin, sejarah hubungan itu mungkin yang membuat Rusia bisa menggunakan pangkalan militer di Iran. Menurut dia, Rusia dalam hal ini telah membuat Iran dalam posisi tak bisa menolak kehadiran mereka. "Ini terus terang sangat mengejutkan saya. Menempatkan pasukan asing di Iran selalu membahayakan," ujarnya. Konstitusi Iran pun melarang militer asing memakai pangkalan udara di negara itu. Ketua parlemen Iran, Ali Larijani, buru-buru memberi klarifikasi bahwa kehadiran Rusia di teritorium mereka bukan untuk waktu yang lama apalagi permanen. Mantan Komandan Garda Revolusi Iran, Hossein Kanani Moghadam, mengatakan, "Ini tidak berarti bahwa Nojeh ialah pangkalan udara Rusia," katanya kepada The Associated Press. "Iran hanya membiarkan mereka mendarat di sana dan mengisi bahan bakar pesawat mereka, dan semuanya di bawah kendali Iran."
(AFP/AP/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved