PBB Kecam Pengemboman Sekolah di Yaman

Basuki Eka Purnama
18/8/2016 11:25
PBB Kecam Pengemboman Sekolah di Yaman
(Sekjen PBB Ban Ki-moon -- AP Photo / Larry MacDougal)

SEKRETARIS Jenderal PBB Ban Ki-moon mengecam pengeboman sebuah sekolah di Yaman, yang menewaskan 10 anak, oleh pesawat tempur koalisi negara Teluk. Ban meminta PBB membentuk tim untuk menginvestigasi insiden tersebut.

Sementara itu, koalisi negara-negara Teluk, yang dipimpin Arab Saudi, membantah tudingan tersebut dan menyatakan bahwa mereka hanya menyasar fasilitas pelatihan yang digunakan oleh kelompok Houthi.

Sebelumnya, badan humanitarian Dokter Tanpa Batas (MSF) mengatakan bahwa 10 anak tewas dan 28 lainnya luka-luka akibat serangan udara yang terjadi pada Sabtu (13/8) di sebuah sekolah di Provinsi Saada.

Badan PBB untuk Anak (UNICEF) menambahkan bahwa fasilitas yang terkena serangan adalah sekolah agama di Juma'a Bin Fadil, Distrik Haydan.

Sejak koalisi Teluk memulai operasi serangan udara di Yaman pada Maret 2015 lalu, puluhan bom dari pesawat tempur telah menghancurkan banyak fasilitas sipil.

Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya ingin mengembalikan kekuasaan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dengan mengalahkan kelompok Houthi.

Juru bicara Ban mengatakan bahwa pihaknya mengecam serangan itu dan mendesak agar semua pihak menahan diri dari tindakan kekerasan yang melanggar hukum kemanusiaan internasional dan hak asasi manusia.

Ban juga meminta semua pihak agar melakukan segala hal yang mereka mampu demi melindungi warga dan infrastruktur sipil.

Di sisi lain, juru bicara koalisi militer negara teluk tidak mengomentari laporan dari MSF maupun UNICEF. Namun media di Arab Saudi, dengan mengutip pernyataan Jenderal Ahmed al-Assiri, memberitakan bahwa koalisi Teluk hanya menyasar fasilitas pelatihan militer kelompok Houthi.

Koalisi Teluk juga menuding Houthi telah merekrut anak-anak untuk turut bertempur dalam konflik di Yaman yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 6.400 orang--setengah di antaranya adalah warga sipil.

Selain itu, konflik yang sama juga telah memaksa 2,5 juta orang kehilangan rumah, kata PBB.

Koalisi Teluk mengintervensi Yaman setelah kelompok Houthi terus mendesak ke Kota Aden pada 2015 dan memaksa Hadi dan pemerintahannya lari dari negara tersebut.

Pihak koalisi dan pasukan loyalis Hadi berhasil memperoleh kembali sejumlah wilayah, dan memaksa Houthi meninggalkan beberapa kota. Namun secara keseluruhan mereka belum berhasil mengalahkan kelompok tersebut. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya